Berita > Ekosospol
Kemnaker Taiwan: Perawat Indonesia Tidak Diizinkan untuk Beri Perawatan Medis di Taiwan
15 Oct 2017 08:24:42 WIB | Yully Agyl | dibaca 4935
Ket: Ilustrasi
Foto: CNA Taiwan
Taipe, LiputanBMI - Kementerian Tenaga Kerja (Ministry Of Labor / MOL) Taiwan menyampaikan, bahwa setiap perawat Indonesia yang memasuki Taiwan untuk bekerja tidak akan diizinkan untuk memberikan layanan medis kecuali jika mereka mendapatkan lisensi lokal yang diminta.

Sebagaimana dilansir CNA Taiwan, Sabtu (13/10/2017), Tsai Meng-liang (蔡孟良), wakil direktur jenderal Kementerian Tenaga Kerja, mengatakan jika perawat terlatih dari luar negeri yang dibawa oleh sebuah agency, harus diberi lisensi di Taiwan. Hal ini dimaksudkan agar bisa bekerja secara profesional di bidang kesehatan.

Ini menanggapi pertanyaan tentang sebuah laporan berita media Indonesia, bahwa 100 perawat terlatih Indonesia direkrut untuk bekerja di Taiwan mulai awal tahun depan untuk memberikan homecare kepada pasien.

Menurut laporan berita tersebut, inisiatif akan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan kerja sama yang ditandatangani pada 12 Oktober antara BNP2TKI dan sebuah badan sumber daya manusia yang tidak disebutkan namanya, yang berbasis di Taiwan.

Ricky Adriansjah, kepala kantor sebuah agency di Tangerang, Indonesia, dalam berita tersebut mengatakan, bahwa berdasarkan kesepakatan, 100 perawat terlatih dari Indonesia akan tiba di Taiwan pada awal tahun 2018 untuk bekerja di rumah pasien yang membutuhkan perawatan tersebut.
Perawat yang diminta harus memiliki gelar sarjana dan setidaknya tiga bulan pelatihan bahasa Mandarin.

Akan tetapi, Tsai menampik berita tersebut dan pemerintah Taiwan tidak meminta Indonesia untuk mengirim pekerja migran dengan pelatihan keperawatan. Lisensi khusus diperlukan bagi para pekerja profesional semacam itu untuk bekerja di Taiwan. Kemungkinan besar hal tersebut dilakukan karena para majikan Taiwan telah menyampaikan kepada agency bahwa ada kebutuhan untuk pekerja perawat.

Hsueh Chien-chung (薛 鑑 忠), seorang pejabat dari Manajemen Tenaga Kerja Lintas Batas MOL, mengungkapkan pandangan serupa. Ide tersebut dihasilkan dari permintaan para majikan yang lebih memilih untuk memiliki perawat terlatih guna merawat orang tua dan orang sakit di rumah.

Saat ini, pekerja migran sektor informal asal Indonesia mencapai 187.281 orang dari 243.151 pekerja migran di Taiwan dan menyumbang 77 persen dari semua pengasuh migran di Taiwan.
(YLA, 15/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki