Berita > Seputar TKI
TKI asal Karawang 7 Tahun Tidak Dipulangkan , Saat Ditemukan Kondisinya Memprihatinkan
09 Oct 2017 15:29:42 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 4819
Ket: Ibu Nanih
Foto: LBMI
Jeddah, LiputanBMI - Niat hati bekerja ke luar negeri untuk membantu ekonomi keluarga, namun nasib berkata lain hingga penderitaan yang didapat. Begitulah yang dialami Nanih binti Cartam TKI asal Desa Dongkal, Kecamatan Pedes, Karawang.

Nanih berangkat ke Arab Saudi sejak 20 Juli 2010 silam hingga sekarang belum pernah dipulangkan dan putus komunikasi dengan pihak keluarga.

Keberadaan Nanih dapat diketahui saat majikannya mengelar pesta pernikahan di sebuah hotel kota Makkah. Saat itu Nanih bertemu dengan Nur Aisyah TKI asal Brebes. Oleh Aisyah, Nanih dapat diwawancarai dan fotonya viral di sosial media facebook.

"Saya ketemu Bu Nanih di acara pernikahan anak majikannya di sebuah hotel kota Makkah. Waktu itu Bu Nanih cerita sudah 6 tahun setengah belum dipulangkan dan tidak digaji," kata Aisyah kepada LiputanBMI, Senin (9/10).

Masih kata Aisyah, dalam pertemuan yang singkat itu Nanih sempat menunjukan tanganya yang rusak pecah-pecah karena sering terkena klorox.

"Sampai di situ Bu Nanih lalu dipanggil majikannya untuk duduk di belakang dan dilarang bergaul dengan sesama warga Indonesia," terangnya.

Untuk membantu Nanih, Aisyah pun melaporkannya ke KJRI Jeddah. Berharap Nanih segera mendapat bantuan untuk dipulangkan dan mendapatkan gajinya.

"Surat keterangan Bu Nanih sudah saya seranhkan ke KJRI Jeddah diterima Pak Anis," ujarnya.

Sementara itu Nuraeni yang merupakan anak pertama saat dihubungi LiputanBMI mengaku merasa kangen dengan ibunya yang sudah hampir tujuh tahun tidak pulang.

"Sudah kangen banget, saya berharap Ibu dapat segera dipulangkan. Kalau Bapak saat ini setiap harinya jadi buruh tani," katanya.
(IYD, 09/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki