Berita > Seputar TKI
9 Tahun Diperlakukan Tidak Manusiawi oleh Majikannya, TKW Ini Pulang Cacat Permanen
08 Oct 2017 21:30:01 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 9078
Ket: Kondisi tangan dan leher Nuryati
Foto: LiputanBMI (Juwarih)
Indramayu, LiputanBMI - Nasib kurang beruntung kembali menimpa seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari Arab Saudi. Seperti yang dialami Nuryati (30), TKW asal Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Nuryati selama hampir 9 tahun mengalami penyekapan dan diperlakukan tidak manusiawi seperti layaknya budak oleh majikan perempuannya yang berinisial SA, pada saat bekerja di rumah majikannya di daerah Madinah, Arab Saudi.

Hal tersebut dikatakan oleh Nuryati, pada saat menyampaikan pengaduan terkait permasalahannya ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SBMI Indramayu, Minggu, (8/10/2017).

"Selama 9 tahun saya hanya diam di dalam rumah saja, ketika majikan saya keluar pintu rumah dikunci dari luar," cerita Nuryati kepada LiputanBMI.

Nuryati menceritakan, awalnya majikan perempuan tidak berbuat kasar padanya walaupun ia tidak diperbolehkan untuk keluar rumah. Namun setelah 1 tahun bekerja, majikan mulai memperlakukan tidak manusiawi.

"Saya sering dipukul, ditampar, dan kepala saya dibentur-benturkan ke tembok, serta majikan sering membentak-bentak walaupun saya tidak melakukan kesalahan," keluh Nurhayati

Masih kata Nuryati, di tahun 2013 pada saat dirinya sedang tidur dan majikan sedang bertengkar, entah apa sebabnya majikan perempuan menyiram dirinya dengan menggunakan cairan seperti bensin kemudian membakar bagian tangan dan dada lalu mengenai wajahnya.

"Saya kaget dan panik ketika bangun tidur kok kedua tangan dan dada saya terbakar, saya langsung menceburkan diri ke bak mandi."

Setelah itu, Nuryati hanya diobati dengan salep saja oleh majikannya tanpa dibawa ke rumah sakit. Malah, majikan mengurungnya di dalam kamar selama satu bulan.

"Itu yang membuat saya seperti ini, kedua tangan, dada, dan wajah saya cacat permanen," jelas Nuryati.

Sementara itu Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih mengatakan, setelah menerima pengaduan dari Nuryati, pihaknya akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan tim advokasi DPN SBMI yang di Jakarta.

“Kami akan mengkaji dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum menyampaikan pengaduan ke BNP2TKI dan ke Kemenaker," kata Juwarih.

Lebih lanjut Juwarih menanbahkan, Nuryati berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2008 melalui PT. Arafa Duta Jasa dan pulang pada tanggal 26 Mei lalu.

Selama 9 tahun bekerja Nuryati hanya mendapat gaji kurang lebih sekitar 121 Juta, baik yang sudah dikirim sebelumnya maupun yang dibawa pada saat pulang.

"Kami juga akan memperjuangkan sisa gaji yang belum dibayar oleh majikan sekitar kurang lebih 180 Juta lagi yang belum dibayar," tandas Juwarih.
(JWD, 08/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki