Berita > Ekosospol
Ini Pandangan Ulama Saudi Atas Dekrit Raja Salman Izinkan Wanita Mengemudi
28 Sep 2017 05:24:01 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 3286
Ket: Sheikh Mohammed Al Issa
Foto: SPA
Jeddah, LiputanBMI - Wanita di Arab Saudi akhirnya bisa tersenyum lega setelah Raja Salman mengeluarkan dekrit tentang izin wanita mengemudi. Hal ini merupakan sebuah hasil perjuangan panjang yang disuarakan aktivis perempuan yang kerap mendapat tentangan dari pihak pemerintah.

Sekretaris Jenderal Muslim World League MWL) dan anggota Dewan Cendekiawan Senior, Sheikh Mohammed Al-Issa, menilai keputusan kerajaan yang mengizinkan penerapan peraturan lalu lintas, termasuk penerbitan lisensi persamaan mengemudi untuk pria dan wanita didasarkan pada standar agama yang sudah benar.

“Wanita dalam hal ini mempunyai hak yang sama untuk mengemudi dan tidak benar jika harus ditolak karena akan ada anggapan sebagai kelompok yang terisolasi,” katanya sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Kamis (28/9).

Dia menambahkan, konsensus Islam dan universal memberi langkah positif, karena keputusan kerajaan tersebut menerapkan Hukum Syariah, yang sangat antusias untuk memberikan hak kepada perempuan hak mereka dengan segala cara, tidak hanya dengan membiarkan mereka mengemudi.

Al-Issa menyimpulkan bahwa siapa pun yang bersikeras untuk menolak hak perempuan untuk mengejar semua jaminan, meragukan nilai-nilai dan kemampuan institusi, dan hal ini dianggap sebagai kepercayaan yang buruk terhadap orang lain yang merupakan dosa dalam Islam.

"Apa yang mereka lakukan juga menghukum setiap orang karena kesalahan kelompok kecil, yang tidak dapat diterima dalam agama dan logika,” jelas Al Issa.

"Raja Salman telah mengeluarkan keputusan ini tanpa menerapkannya dengan segera tapi setelah jangka waktu yang cukup, yang merupakan bukti bahwa semua pengaturan akan dilakukan dengan bijaksana. Hukum Syariah menyatakan bahwa jika ada argumen mengenai sebuah masalah, hanya wali yang dapat mengambil keputusan akhir, terutama ketika para ilmuwan senior menekankan bahwa Islam tidak melarang perempuan mengemudi. Selain itu, jangan lupakan bahwa pemerintah sangat tertarik untuk mempromosikan dan mempertahankan nilai-nilai yang membangun keberadaannya, "tandasnya.

(IYD, 28/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki