Berita > Seputar TKI
Tasimpen, TKW Asal Indramayu 9 Tahun Hilang Kontak di Suriah
21 Sep 2017 16:02:51 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 4136
Ket: Ayah dan Kakak Tasimpen menunjukkan foto Tasimpen
Foto: LiputanBMI (Juwarih)
Indramayu, LiputanBMI - Lagi, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Asal Indramayu atas nama Tasimpen Bt Dasma warga Desa Sukadana, Blok Tengah, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, dikabarkan selama 9 tahun hilang kontak di negara konflik, Suriah.

Hal tersebut disampaikan oleh Rastinah (38), kakak kandung dari Tasimpen kepada LiputanBMI, Rabu (20/9).

Rastinah menceritakan, awalnya pada bulan Oktober 2008 Tasimpen direkrut oleh sponsor bernama Tana asal Desa Telukagung Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Oleh Tana, Tasimpen dibawa ke Jakarta untuk diproses sebagai CTKI dengan tujuan penempatan TKI ke Timur Tengah.

Setelah 2 bulan berada di tempat penampungan PJTKI, pada bulan Desember 2008 Tasimpen diterbangkan ke Suriah oleh PT. Putera Banten.

Sehari sebelum berangkat, Tasimpen sempat telepon kepada kakak kandungnya bernama Rastinah, untuk menginformasikan bahwa besok harinya akan diterbangkan ke negara Suriah.

"Sejak saat itu sampai sekarang keluarga tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Tasimpen baik via surat maupun lewat telepon," tutur Rastinah.

Sementara itu Dasma (63), ayah kandung Tasimpen berharap kepada pemerintah agar bisa menemukan dan memulangkan Tasimpen.

"Semoga saya masih bisa dipertemukan dengan anak saya," harap Dasma.

Sejak 2 tahun Tasimpen belum juga ada kabar, Dasma pernah mengadukan permasalahannya ke pihak sponsor dan mendatangi PT. Putra Banten di daerah Condet, Jakarta Timur.

Namun selalu diminta untuk bersabar dan pihak perekrut selalu mengatakan sedang diproses sampai sekarang sudah 9 tahun Dasma tidak tahu dengan keberadaan anaknya.
(JWD, 21/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki