Berita > Ekosospol
Majikan Sita Kartu Identitas TKA, akan Dikenai Denda NTD 60.000 - NTD 300.000
02 Sep 2017 14:47:38 WIB | Yully Agyl | dibaca 6109
Ket: Ilustrasi
Foto: CNA Taiwan
Taipe, LiputanBMI - Kementerian Tenaga Kerja Taiwan (MOL), akan melakukan amandemen terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan untuk lebih memperkuat perlindungan pekerja asing.
Sebagaimana dilansir CNA Taiwan, Jumat (1/9/2017), hal tersebut disampaikan oleh Hsueh Chien-chung (薛 鑑 忠), pejabat dari Manajemen Tenaga Kerja Lintas Batas MOL, dalam sebuah wawancara pada Jumat (1/9/2017).

Dikatakan bahwa denda untuk mempekerjakan pekerja asing ilegal saat ini dihitung berdasarkan kasus per kasus, sedangkan di masa depan akan berdasarkan jumlah pekerja asing yang dipekerjakan secara ilegal.

Sejak waktu yang lama, denda berlaku antara NTD 150.000 (USD 4.985) hingga NTD 750.000 (USD 24.925), terlepas apakah satu atau 10 pekerja asing ilegal yang dipekerjakan. Setelah amandemen baru mulai berlaku, denda akan dikalikan dengan jumlah pekerja asing ilegal yang dipekerjakan.

Hsueh memberi contoh: jika seorang majikan mempekerjakan 20 pekerja asing ilegal, dendanya antara NTD 3 juta hingga NTD 15 juta.

Selain itu juga akan ada beberapa ketentuan lain yang akan mengalami perubahan, yaitu:

Melarang majikan menyita kartu identitas dan paspor pekerja asing.
Apabila majikan tanpa alasan yang tepat melakukan penyitaan, maka akan didenda NTD 60.000 - NTD 300.000 dan dilarang mempekerjakan pekerja asing.

Jika seorang agen tenaga kerja dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual atau terlibat dalam perdagangan pekerja asing, dendanya sebesar NTD 300.000 - NTD 1,5 juta dan yang bersangkutan dilarang bekerja sebagai agen tenaga kerja.

Apabila pemberi kerja atau majikan dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual atau terlibat dalam perdagangan pekerja asing, mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mempekerjakan pekerja asing selama 2-5 tahun.

Jika agen tenaga kerja mengetahui tentang tindakan pelecehan oleh majikan namun tidak mengungkapkan kepada pihak berwenang dalam waktu 24 jam, mereka akan dikenai denda NTD 60.000 - NTD 300.000.
(YLA, 02/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki