Berita > Seputar TKI
Lia Fatmawati, TKW Asal Cianjur Hampir 16 Tahun Tak Ada Kabar
27 Aug 2017 21:37:25 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 3169
Ket: Lia Fatmawati tak ada kabar setelah 16 tahun bekerja di Dammam, Arab Saudi.
Foto: Radar Cianjur
Cianjur, LiputanBMI - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Lia Fatmawati, putri pasangan Aep (59) dan Iin (50) warga Kampung Babakanpeuteuy RT 1/9, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, tidak pulang-pulang setelah hampir 16 tahun bekerja di Dammam, Arab Saudi.

Aep (59) ayah dari Lia mengatakan, anaknya pergi ke Timur Tengah untuk bekerja sejak tahun 2001. Namun hingga kini, belum ada kabar beritanya lagi.

”Selaku orangtua merasa khawatir sekaligus begitu bimbang. Takutnya ada hal-hal yang terjadi pada putri saya,” ungkap dia kepada Radar Cianjur yang dilansir Ahad (26/3/2017).

Pihak keluarganya menyebutkan, anaknya itu pergi ke Dammam, Arab Saudi sejak usia 16 tahun hanya beberapa kali saja menghubungi keluarga via telepon, dan kini tidak ada kabar lagi.

Sebelumnya, Lia berangkat resmi melalui PT Abdi Bela Persada. Padahal, menurut aturannya jika kerja itu sistemnya kontrak selama dua tahun bisa pulang.

”Ini sudah hampir 16 tahun tidak pulang dan tidak ada kabar beritanya lagi,” aku Aep.

Hal lain diutarakan, Iin (50) ibu kandung Lia yang berharap, Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur melalui dinas terkait bisa membantu memulangkan anaknya tersebut. Pihak keluarga ingin mengetahui sejauh mana anaknya bekerja.

”Ya, mohon pemerintah bisa membantu kami. Harapannya ada kabar berita baik keberadaan anak bekerja sudah sekian lama tidak pulang ke rumah,” ujarnya nampak terlihat pilu dan sedih menanti kedatangan sang anak tercinta di negeri orang.

Kepala Seksi Bina Lembaga Usaha Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans (Disnaker) Kabupaten Cianjur, Ahmad Ubaidillah menegaskan, belum ada informasi atau laporan dari pihak keluarga hingga saat ini.

Namun, pihaknya memberitahukan silahkan membuat tembusan laporan yang jelas secara detail. Bila benar adanya, tidak perlu takut dan khawatir akan membantu langsung ditembuskan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia secepatnya bila sudah ada dokumen atau datanya.

”Kami, pasti akan menindaklanuti laporan disampaikan bila masuk ke meja kerja. Selama ini emang masih belum menerimanya, bila memang benar kita akan serius membantu dan menolongnya berbagai macam cara. Itu sudah merupakan tugas dan kewajiban kami. Data laporan harus jelas, terutama alamatnya di mana dan melalui PT mana bekerja,” terang dia.

Ubai menambahkan, melihat aturan yang berlaku, TKI yang bekerja ke luar negeri harus pulang ke kampung halaman. Rata-rata itu kontrak dua tahun kerja, bila memang mau berangkat lagi harus diperpanjang dokumen atau paspornya. Perlu diketahui, untuk saat ini kerja di Timur Tengah ditutup untuk informal dan kalau formal masih. Terkecuali, bekerja ke Asia Pasifik masih dibuka informal diantaranya Hongkong, Singapura, Brunei dan Malaysia.

”Warga Cianjur khususnya bagi perempuan yang memang minat bekerja di Timur Tengah, itu jangan sampai tertipu atau tergiur oleh oknum calo dan sponsor. Karena, bekerja di luar negeri terutama di Timur Tengah sudah ditutup per bulan Mei 2015,” terangnya.



(JWD, 27/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki