Berita > Seputar TKI
Aliansi Kebangsaan untuk Indonesia Adakan Kuliah Umum Bagi BMI
22 Aug 2017 02:31:24 WIB | Linda Puspita | dibaca 609
Ket: Kuliah Umum Kebangsaan di Olympic House, HK
Foto: Tempo
Hongkong, LiputanBMI - Dengan dukungan dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dan berbagai pihak, Aliansi Kebangsaan untuk Indonesia “Aku Indonesia” mengadakan Kuliah Umum Kebangsaan di Gedung Olympic House untuk para WNI yang sedang bekerja dan tinggal sementara di Hong Kong pada Minggu (20/8).

Acara yang dihadiri oleh Bupati Purwakarta; Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Gerakan Pemuda Anshor; Haerul Amri, dan Karyono Wibowo selaku Peneliti Senior Indonesia Publik Institute tersebut diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan akan adanya isu keterlibatan BMI Hong Kong yang turut serta mendukung gerakan terorisme dan aksi kekerasan berbasis agama, suku, serta pandangan politik, baik secara langsung atau pun tidak.

Ketiga narasumber tersebut secara bergantian menyampaikan bahwasannya kemerdekaan Indonesia diraih karena banyaknya orang yang berkorban jiwa dan raga, pun harga diri Indonesia mampu kembali tegak karena adanya orang-orang yang mencintai Indonesia.

Dedi Mulyadi juga menyinggung sikap materialisme yang dapat melunturkan nilai-nilai kebangsaan, karena lupa akan jati diri bangsa dan menurutnya Buruh Migran Indonesia adalah rakyat yang benar-benar mencintai Indonesia karena rela bekerja jauh, terpisah dari keluarga dan selalu mengirimkan gajinya serta membantu negara dalam bentuk devisa, sedang dirinya (Bupati) justru makan dari gaji yang diberikan negara.

Sementara itu Haerul Amri mengajak sekitar 800 peserta yang hadir untuk mengingat kembali sejarah gerakan Islam di Indonesia dan kontribusinya dalam meraih kemerdekaan dan mendirikan bangsa Indonesia. NKRI berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika merupakan pencapaian final perjuangan rakyat Indonesia termasuk umat Islam. Seluruh aspirasi umat Islam harus diletakkan dalam kerangka NKRI sebagai Konsesus Nasional yang harus dijaga dan dipertahankan sampai kapan pun.

Begitu juga dengan Karyono Wibowo, dia menjelaskan tentang empat pilar kebangsaan yang harus menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Karyono juga mengusulkan tentang pentingnya revitalisasi Pancasila agar bangsa Indonesia tetap memiliki daya tahan dan tidak mudah digoyahkan oleh paham-paham terorisme dan kekerasan berbasis agama, suku dan politik.

Penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat bagi para BMI agar lebih memahami pentingnya menyaring setiap informasi yang sering dimanfaatkan oleh kelompok tertentu.

Seperti yang dituturkan Yuni Purbo, BMI asal Jawa Timur, kepada LiputanBMI, Senin (21/8), “Jadi tahu apa itu tabungan emas, dan bisa kenal dengan narasumber. Terutama Bapak Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan kiprahnya berangkat dari orang kecil yang sederhana hingga menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat dan BMI. Sepertinya bapak Bupati care banget dan humoris.”

Kuliah umum yang bertema “Menjaga Fitrah Bangsa dari Bahaya Radikalisme dan Terorisme” ditutup dengan pembacaan Deklarasi Kebangsaan oleh salah satu BMI dan diikuti seluruh peserta. Dalam deklarasi tersebut mereka sama-sama bertekad dan mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk bahu-membahu menanamkan semangat patriotik dengan berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika untuk menegakkan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(LIN, 22/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki