Berita > Ekosospol
Semester Pertama 2017 Bukukan 1,4 Miliar Dollar, TKI Saudi Terbanyak Sumbang Devisa Negara
16 Aug 2017 17:47:10 WIB | Redaksi | dibaca 3722
Ket: Tabel Top 10 Jumlah Remitansi TKI
Foto: Portal Kita
Riyadh, LiputanBMI - Berdasarkan data Bank Indonesia yang dirilis beberapa hari lalu, pada semester pertama tahun 2017, TKI Arab Saudi membukukan total kiriman uang (remitansi) ke Indonesia sebanyak USD 1,4 Miliar setara 18 Triliun Rupiah (kurs 13.000).

Dengan jumlah yang fantastis ini menempatkan TKI Arab Saudi pada peringkat pertama jumlah remitansi tertinggi, disusul kemudian TKI Malaysia yang membukukan remitansi sebesar USD 1,3 Miliar setara 17,4 Triliun Rupiah.

Peringkat ketiga dan kempat, masing-masing ditempati TKI Taiwan dan Hongkong disusul TKI Singapura.

Dari besarnya remitansi ini, peran TKI dalam membangun ketahanan ekonomi nasional sangat besar, baik dari sisi perputaran roda ekonomi di daerah-daerah kantong TKI maupun dalam hal cadangan devisa negara.

Bersumber dari tabel yang sama, tahun 2016, total jumlah remitansi TKI dari seluruh negara penempatan mencapai USD 8,6 Miliar, setara dengan 112 Triliun Rupiah turun dibanding tahun 2015 yang mencapai USD 9,4 Miliar atau setara 122 Triliun Rupiah.

“Jumlah itu masih akan bertambah jika semua TKI mengirimkan uangnya via bank, namun sebagaimna kita ketahui, sudah jadi rahasia umum, masih banyak TKI yang mengirimkan uangnya melalui jasa ilegal,” papar Tatang Muhtar, marketing representatif salah satu jasa remitansi di Riyadh.

Lebih lanjut, Tatang menyebutkan besaran nilai remitansi TKI Saudi ini dua kali lipat lebih dari nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

“Data Bank Indonesia menunjukkan, jumlah ekspor ke Arab Saudi tahun 2016 hanya USD 1,3 Miliar, sementara remitansi TKI Saudi sebesar USD 2,9 Miliar,” imbuhnya.

Tatang berharap, hal ini menjadi bahan masukan bagi pemerintah agar lebih nyata dalam melayani dan melindungi TKI luar negeri, khususnya di Arab Saudi.

Besarnya devisa yang disumbang TKI Saudi, harus diiringi dengan peningkatan pelayanan di kantor-kantor perwakilan pemerintah, dan tak kalah penting juga peningkatan pembinaan dan pemberdayaan kepada para TKI.

“Gelar Pahlawan Devisa bukan hanya sekadar retorika, gelar Pahlawan Devisa bagi TKI adalah berdasar pada manfaat yang telah dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia dari jerih payah para TKI di seluruh penjuru dunia kepada Indonesia, dan jumlahnya tidak bisa dianggap kecil,” pungkasnya.
(RED, 16/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki