Berita > Ekosospol
Hak Pekerja Migran jadi Tema di Pertemuan Wanita Internasional
12 Aug 2017 22:09:00 WIB | Yully Agyl | dibaca 584
Ket: Pertemuan wanita internasional di Taiwan
Foto: CNA Taiwan
Taipe, LiputanBMI - Hak-hak pekerja migran termasuk di antara salah satu isu yang diangkat pada Konferensi Kaukus Wanita Dewan Liberal dan Demokrat Asia (Council of Asian Liberals and Democrats / CALD), sebuah pertemuan puncak wanita internasional yang diadakan di Taiwan untuk pertama kalinya pada Jumat (11/8/2017).

Pertemuan dua hari ini diselenggarakan oleh CALD dan Partai Progresif Demokratik Taiwan, mencakup topik-topik seperti kesadaran gender dan kekerasan di Asia, pemberdayaan perempuan di media, masyarakat sipil, bisnis.

Dalam sebuah sesi tanya-jawab pada diskusi panel, Emily Lau (劉慧卿), seorang politikus liberal terkemuka di Hong Kong, mengangkat isu pekerja rumah tangga asing. Dia mencatat bahwa banyak dari pekerja tersebut di Asia dan tempat lain telah dirampas hak asasi manusianya

"Sebagian besar dari mereka adalah wanita, beberapa tidak memiliki hari libur resmi, dan banyak yang harus bekerja untuk waktu yang sangat lama di rumah majikan. Beberapa tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan dan bahkan ada yang mengalami tindak kekerasan," kata Lau sebagaimana dikutip CNA Taiwan, Jumat (11/8).

Menurut mantan ketua Partai Demokrat Hong Kong, ciri masyarakat beradab adalah bagaimana masyarakat memperlakukan mereka yang kurang mampu.

Sementara, Josephine Sato, seorang anggota kongres Filipina dan salah satu panelis mengatakan, bahwa Filipina memiliki undang-undang yang melindungi hak-hak pekerjanya, jadi masalah bagi Filipina bukanlah bagaimana melindungi pembantu rumah tangga Filipina di Filipina, tapi mereka yang bekerja di luar negeri.

Panelis lain dari legislator Partai Progresif Demokratik, Hsiao Bi-khim (蕭美琴), mengakui bahwa masih ada kasus pelecehan terhadap pekerja migran di Taiwan, namun ia mengatakan situasinya telah membaik dari 20 tahun yang lalu ketika banyak pekerja migran merasa terisolasi di Taiwan karena mereka tidak terhubung ke komunitas dan tidak memiliki akses terhadap informasi atau saluran untuk meminta bantuan.

Pengenalan ponsel dan aplikasi telah memungkinkan peningkatan komunitas di antara banyak pekerja migran.

Kontribusi pekerja migran di Taiwan sangat penting, pihak Taiwan benar-benar menghargai keberadaannya dengan rasa terima kasih yang luar biasa karena telah memberi kontribusi pada perekonomian. Para pekerja migran membantu orang Taiwan di banyak daerah yang tidak memiliki cukup tenaga kerja.

Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan mantan Wakil Presiden Annette Lu (呂秀蓮) termasuk di antara mereka yang menghadiri pertemuan puncak hari itu.

Didirikan di Bangkok pada tahun 1993, CALD adalah organisasi regional yang anggotanya termasuk partai politik liberal dan demokratis di seluruh Asia, termasuk Partai Progresif Demokratik Taiwan, Partai Demokrat Thailand, Partai Liberal Filipina dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
(YLA, 12/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki