Berita > Seputar TKI
Tahan Surat Tanah TKI yang Dipulangkan dari Singapura, SBMI Indramayu akan Laporkan PT SBY ke Kemenaker
12 Aug 2017 21:42:59 WIB | Redaksi | dibaca 3359
Ket: Juwarih ketika menerima pengaduan Danisah dan suaminya
Foto: dok.SBMI
Indramayu, LiputanBMI - PT Sukses Bersama Yatfuari (SBY) kantor cabang Cirebon meminta ganti rugi serta menahan jaminan surat tanah berupa akte hibah atas nama Warnadi, suami Danisah (38), TKW asal Desa Jatisawit Lor, Kecamatan Jatibarang, Indramayu yang dipulangkan sebelum selesai masa kontrak (di-interminite) dari Singapura pada 22 Juli 2017 lalu.

Hal tersebut disampaikan Danisah ketika mengadukan permasalahannya ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, Jumat (11/8).

Dalam pengaduannya, Danisah yang didampingi suaminya mengatakan, ia diberangkatkan oleh PT SBY ke Singapura pada tanggal 13 Februari 2017 dan dipulangkan tanggal 22 Juli 2017.

Selama 5 bulan bekerja, kata Danisah, ia mengalami tiga kali ganti majikan. Pada majikan pertama yang bernama Nurhartini, ia bekerja selama 2 bulan 20 hari dan mendapat upah sebesar SGD 457. Danisah mengatakan, ia dikembalikan ke agency karena mengadu sering dipukuli oleh anak majikannya.

Pada majikan kedua dan ketiga, Danisah menceritakan bahwa dengan berbagai alasan, ia lagi-lagi dikembalikan ke agency oleh majikannya.

Terakhir, Danisah mengaku dipekerjakan di rumah pribadi pihak agency IMTIDAD Employment Solutions bernama Aisyah.

“Selama satu bulan lebih tiga hari bekerja di rumah agency itu saya tidak mendapat upah sama sekali dan pada 22 Juli 2017 saya dipulangkan,” tutur Danisah.

Padahal, lanjut Danisah, ia sebenarnya tidak mau dipulangkan dan telah meminta ke agency untuk mencarikan majikan baru.

Sementara Warnadi menambahkan, sehari sebelum istrinya dipulangkan dirinya didatangi oleh sponsor bernama Darji yang menginformasikan bahwa Danisah akan dipulangkan. Karena kepulangan Danisah belum selesai masa potongan 7 bulan gaji, kata Warnadi, pihak PT SBY meminta ganti rugi sebesar Rp 13.400.000.

"Awalanya, pihak Ibu Amanah selaku pimpinan PT SBY cabang Cirebon meminta ganti rugi sebesar Rp 13,4 juta. Namun setelah dinego menjadi 10 juta. Saya minta tempo waktu 3 bulan dan disuruh menandatangani surat pernyataan. Sebagai jaminan, saya diminta untuk menyerahkan akte hibah tanah saya," keluh Wardani.

Menanggapi pengaduan Danasih dan suaminya, Ketua SBMI Indramayu, Juwarih mengatakan akan segera menindaklanjuti dengan mengadukan pihak PT SBY ke BNP2TKI dan Kemenaker.

"Ini tidak benar jika pihak PJTKI meminta ganti rugi. Apalagi sampai menahan jaminan terhadap TKI yang di-PHK atau di interminit. Kami akan mengadukan PT SBY ke BNP2TKI dan Kemenaker,” tegas Juwarih.
(RED, 12/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki