Berita > Ekosospol
Pemerintah New Taipei City Luncurkan Situs Web untuk Membantu Menyaring Agen TKA
01 Aug 2017 22:09:05 WIB | Yully Agyl | dibaca 639
Ket: Screen shot situs web New Taipei City
Foto: CNA Taiwan
Taipe, LiputanBMI -

Pemerintah New Taipei City, pada Selasa (1/8/2017), meluncurkan sebuah situs web untuk memungkinkan pengguna jasa (para majikan) pekerja migran memeriksa informasi tentang agen perantara dan perekrutan di kota tersebut, dan menyaring agensi yang memiliki riwayat kerja buruk.

Di situs web, para calon majikan dapat mencari agen perantara yang memiliki peringkat baik menurut pemerintah, juga bisa memeriksa kewarganegaraan dan spesialisasi pekerjaan pekerja migran.

Seperti dilansir CNA Taiwan, Selasa (1/8), Chen Kuan-ting (陳冠廷), seorang pejabat di Divisi Pelayanan Tenaga Kerja Asing, New Taipei City mengatakan situs web tersebut menunjukkan apakah agen tersebut sudah pernah terjerat kasus hukum karena pelanggaran apapun selama dua tahun terakhir.

Situs juga menyediakan informasi tentang 255 broker dan agen perekrutan yang terdaftar di New Taipei, termasuk puluhan yang telah melanggar peraturan dalam melakukan bisnis mereka selama dua tahun terakhir. Majikan bisa mendapatkan informasi tentang agensi tertentu sebelum memutuskan apakah akan menggunakannya.

Chen mengatakan bahwa divisinya meluncurkan situs web tersebut setelah menerima banyak keluhan dari para majikan tentang layanan di bawah standar yang ditawarkan oleh agen tenaga kerja.

Informasi di situs web (輸入關鍵字查詢外籍工作者仲介公司資訊) akan diperbarui setiap bulan, katanya.

Ada lebih dari 1.000 agen perekrutan TKA di Taiwan. Beberapa waktu lalu telah dikritik karena menawarkan layanan yang buruk dan adanya pelanggaran pekerja.
Beberapa agensi mengubah nama dan memulai lagi setelah ditutup oleh pemerintah.

Pada tahun 2008, pemerintah Taiwan memperkenalkan layanan perekrutan langsung yang membantu para majikan mengurangi biaya calo tenaga kerja asing dan juga memotong biaya bulanan yang biasanya dibayarkan oleh pekerja migran kepada agen.

Namun, kelompok hak-hak buruh mengatakan bahwa proses perekrutan langsung tidak praktis, karena mengharuskan para majikan untuk mengisi banyak dokumen. Hal ini telah membuat banyak majikan takut, yang akhirnya terus bergantung pada agen untuk mempekerjakan pekerja migran.
(YLA, 01/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki