Berita > Haji
Orientasi Temus Haji, Konjen Jeddah Tekankan Pelayanan Amanah dan Tanggung Jawab
24 Jul 2017 04:11:44 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 704
Ket: Konjen RI Jeddah, M. Hery Saripudin saat memberikan sambutan, KUH Jeddah
Foto: LBMIKSA
Jeddah, LiputanBMI - Konjen RI Jeddah, M. Hery Saripudin mengajak para peserta tenaga pendukung musim haji 2017 untuk bekerja secara amanah dan tanggung jawab. Hal itu diucapkaannya saat memberikan sambutan pembukaan masa orientasi, di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Minggu, (23/3).

"Saya mengajak kepada saudara semua untuk bekerja secara profesional, amanah dan tanggung jawab," ucapnya di depan ratusan peserta yang hadir.

Untuk persiapan haji tahun ini, Konjen Hery menyebutkan PPIH telah melakukan beberapa upgrade (peningkatan) upaya perbaikan pelayanan dan perlindungan, diantaranya pembangunan tenda di Arafah yang lebih kokoh dibanding tahun sebelumnya, peningkatan kualitas Bus dan penambahan jumlah pelayanan catering.

"Untuk memberikan pelayanan dan kekhusyuan jemaah haji, maka saya harapakan saudara-saudara bekerja sesuai protap, kerja tim dengan koodinasi yang baik, menghilangkan ego sektoral, memiliki sikap sensitivitas, dan yang lebih penting lagi adalah sabar," imbuhnya.

Musim haji tahun ini, lanjut kata Konjen Hery, memiliki tantangan tersendiri, diantaranya adalah jumlah kuota jemaah haji naik 20% yang tidak diimbangi penambahan jumlah akomodasi, serta mempertahankan tingkat kepuasan jemaah haji tahun 2016 yaitu 83.83 persen.

"Menjadi petugas haji harus didasari mencari ridho Allah, kontrak kerja saudara bukan dengan KJRI atau pun Kementerian Agama, tapi dengan Allah. Jika ada petugas yang melakukan tugas tidak tanggung jawab dan melakukan pungutan liar, maka kita zero tolerance akan langsung memberhentikannya," tegasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Dr. Ahmad Dumyathi Bashori mengatakan Kantor Urusan Haji telah mempunyai SISKOPPIH yang dapat diakses secara virtual.

"Ini demi akuntabilitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan dan perlindungan kepada jemaah maka kita perlu media menampung pengaduan publik yang diteruskan kepada petugas di lapangan yang mampu men-tracking pergerakan petugas. Maka yang kerjanya malas akan terekam," ujarnya.

Untuk diketahui, pembekalan orientasi tenaga pendukung musim haji ini akan digelar selama tiga hari dengan diikuti 740 peserta dari Kementerian Agama dan 174 peserta dari Kementerian Kesehatan. Setelah melakukan pembekalan, sebagian peserta akan diberangkatkan ke Madinah untuk persiapan penyambutan jemaah haji kloter pertama.
(IYD, 24/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki