Berita > Seputar TKI
Mudik Lebaran ala TKI Arab Saudi
29 Jun 2017 20:15:34 WIB | Adi Winarto | dibaca 1093
Ket: Umroh TKI Sharqiya di Akhir Ramadan
Foto: Dok. Pri
Dammam, LiputanBMI - Budaya mudik lebaran bukan monopoli perantau dalam negeri saja, tetapi warga negara Indonesia yang mengadu nasib di luar negeri juga melakukan tradisi yang sama.

Bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor informal seperti sopir rumahan, Idul Fitri adalah waktu yang paling tepat untuk mudik ke Tanah Air, bersamaan dengan libur sekolah.

Zaenuri Hasan, misalnya, seorang sopir di sebuah keluarga Saudi di kota Qatif, Wilayah Timur Arab Saudi. Dia pulang ke kampung halamannya di Jember mulai 15 Juni 2017, tepat 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Sama juga dengan Abdul Syakur, kasir di sebuah toko buku di kota Dammam, sejak awal bulan Ramadhan sudah diizinkan untuk mudik berlebaran di kampungnya.

“Selama libur sekolah, saya menikmati mudik lebaran di kampung.” Ungkap Abdul Syakur, asal Madura kapada LiputanBMI.

Sebagian TKI lainnya di Wilayah Timur yang tidak mudik lebaran, memanfaatkan waktu liburnya dengan umrah dan berlebaran di Tanah Suci Makkah. Bahkan tidak sedikit yang berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan waktu liburnya dengan berkunjung ke sanak-saudaranya di luar kota seperti ke Jeddah atau Riyadh.

Sementara arus balik TKI ke Arab Saudi, diperkirakan akan mulai ramai menjelang dimulainya ajaran baru sekolah di awal September, setelah Hari Raya Idul Adha.

Adapun TKI yang bekerja di sektor formal seperti industri dan perkantoran, sudah memulai aktivitas kerjanya pada Kamis (29/6), dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

(JLL/RED, 29/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki