Berita > Ekosospol
Lawan Hoax, KJRI Jeddah Gelar Pelatihan Jurnalistik
23 Jun 2017 17:57:52 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 986
Ket: Pelatihan jurnalistik di KJRI Jeddah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal RI di Jeddah menggelar pelatihan jurnalistik dan Fotografi, Kamis (22/6) sore, sesudah buka puasa bersama. Acara yang dilangsungkan di ruang auditorium KJRI Jeddah itu dihadiri 75 peserta yang terdiri dari staf KJRI, Mahasiswa, LSM dan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Acara ini mendatangkan dua narasumber dari Jakarta, wartawan senior Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Mohammad Anthoni dan fotograper profesional Bapa Muda Afrian Kaleke.

Ketua panitia Pelaksana Fungsi Pensosbud-2 KJRI Jeddah, Umar Badarsyah mengatakan, pelatihan ini digelar untuk memberikan edukasi dasar jurnalistik dan menciptakan pola komunikasi dan kaloborasi antara KJRI Jeddah dan masyarakat.

"Sebagai institusi publik KJRI wajib mengedepankan akuntabilitas publik melalui diseminasi informasi yang baik dan edukatif, untuk itu kami perlu meningkatkan kapabilitas dan kualitas jurnalistik," ujar Umar.

Pelatihan yang akan digelar selama tiga hari ini dibuka langsung oleh Konjen RI Jeddah, Muhamad Hery Saripudin. Dalam sambutannya Konjen Hery menyebutkan setiap harinya jutaan informasi ter-upload di sosial media. Menurutnya, Masyarakat saat ini dihadapkan pada situasi 'paradox of plenty', untuk itu dia mengimbau masyarakat agar memilah setiap informasi dan menghindari informasi hoax.

"Dalam dunia yang serba interkonektif seperti sekarang ini, Informasi bergerak cepat dan mudah sekali diakses melalui berbagai media seperti media sosial facebook, twitter, path, instagram dan sebagainya," paparnya.

Menurut ilmu komunikasi, lanjut kata ia, setiap individu dapat berperan sebagai prosumen (produsen sekaligus konsumen) pemberitaan. Oleh karena itu, Konjen Hery mengingatkan masyarakat agar dalam memproduksi sebuah berita dan menyampaikan informasi harus berpegang pada fatsun (etika) yang benar, bukan malah mendatangkan fitnah. Sebab, sebagaimana diingatkannya, begitu informasi yang sudah diunggah di sosial media maka sulit untuk ditarik kembali.

"Kegiatan ini merupakan berkah Ramadan sekaligus mencari ilmu praktis jurnalistik dan fotografi," imbuhnya.




(IYD, 23/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki