Berita > Komunitas
Paguyuban TKI Majalengka di Taiwan Santuni 100 Anak Yatim & Warga Tak Mampu
20 Jun 2017 06:33:56 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 3143
Ket: Paguyuban Urang Majalengka di Taiwan (Pumat) santuni anak yatim
Foto: Radae Cirebon
Jakarta, LiputanBMI - Paguyuban Urang Majalengka di Taiwan (Pumat) memberikan santunan dan pakaian kepada 100 anak yatim dan warga tidak mampu di desa Talaga Kulon, Talaga Wetan, Kecamatan Talaga dan Kecamatan Cikijing.

Salah seorang inisiator kegiatan, Iwan Faturahman mengatakan, kegiatan santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Taiwan kepada masyarakat di tanah kelahirannya.

“Kegiatan kepedulian ini dalam rangka berbagi kepada sesama dan ikut serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Kali ini Pumat memberikan uang dan pakaian untuk masyarakat Desa Talaga ,” tutur Iwan, sebagaimana dilansir RadarCirebon, Minggu (19/6/2017).

Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan, karena TKI asal Majalenga yang di Taiwan mempunyai Grup Facebook yang jumlah anggotanya mencapai 1100 orang. Setiap pekan, selalu diadakan kumpulan dan berdiskusi mengenai keadaan Indonesia, khususnya Majalengka,

Sehingga, kata dia, terjalin koordinasi yang baik untuk mengumpulkan dana. Di Majalengka sendiri, belum memiliki sekretariat. Namun, untuk sementara ketika ada kegiatan selalu berkumpul di rumah salah seorang anggota.

“Saya koordinir sukarelawan asal Majalengka yang ada di sana. Sehingga dana tersebut bisa terkumpul. Alhamdulillah kegiatanya terlaksana,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, hampir setiap tahun ada kegiatan. Bahkan, setiap bulannya ada yang meminta sumbangan kepada Pumat. Seperti pembangunan Masjid, sekolah ataupun kegiatan sosial lainnya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, kegiatan sosial Pumat sudah berjalan dari tahun 2013 hingga sekarang. Kegiatananya pun, kata dia, digelar di beberapa tempat di wilayah Majalengka.

“Pumat itu ada yang berasal dari Kecamatan Talaga, Cikijing, Kertajati dan wilayah lainnya, sehingga kegiatan kami digelar di berbeda-beda tempat,” jelasnya.

Ditanya mengenai penghasilan, ia mengatakan bahwa penghasilan di Taiwan per bulannya bisa mencapai Rp 10 juta. “Gaji sama dengan UMR di sana, untuk kerja TKI di sana ada yang kerja sebagai buruh pabrik,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut penuturan dari Pejabat Kepala Desa Talaga Wetan, mewakili Banjarsari, Talaga Kulon dan Cikijing, HD Kamaludin Malik mengatakan, pihaknya merasa senang dan merasa bangga. Semoga kegiatan ini berjalan konsisten setiap tahun dan pekerjaan yang di tekuni warga Pumat lancar dan dimudahkan.

“Senangnya masyarakat kami yang yatim dan kaum dhuafa telah disantuni oleh para warga Pumat. Saya bangga karena mereka bisa memperhatikan masyarakat sesamanya. Semoga amal ibadah mereka diterima dan diganti Allah SWT. ” pungkasnya.
(JWD, 20/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki