Berita > Seputar TKI
TKI ABK Meninggal di Kapal Taiwan, Diduga karena Heat Stroke
09 Jun 2017 08:16:33 WIB | Yully Agyl | dibaca 1515
Ket: Kapal kargo Chu Lung, tempat korban bekerja
Foto: CNA Taiwan

Taipe, LiputanBMI - Seorang awak kapal pengangkut barang Taiwan asal Indonesia meninggal di sebuah pos kesehatan di Pulau Anggrek Taiwan, karena diduga menderita heat stroke atau sengatan panas, pada Rabu (7/6/2016).

Kapal kargo, Chu Lung (巨龍 號), yang beroperasi di antara Pulau Anggrek dan Pelabuhan Perikanan Fugang di Kabupaten Taitung, mengirim panggilan darurat sekitar pukul 10, Rabu pagi, setelah tiba di Pulau Anggrek

Sebagaimana dilansir CNA Taiwan, Rabu (7/6), menurut petugas administrasi kantor patroli pesisir Coast Guard, kapal tersebut melaporkan bahwa salah satu anggota krunya, seorang warga Indonesia, menderita heat stroke.

Petugas penjaga pantai membawa orang tersebut ke sebuah pos kesehatan di pulau itu. Namun, upaya resusitasi gagal dan dia dinyatakan meninggal pada siang harinya.

Petugas tersebut mengatakan jenazah TKI yang namanya tidak diungkapkan, dikirim kembali ke Pelabuhan Perikanan Fugang pada Rabu malam.

Sementara, Asisten Senior Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taiwan, Kadir, ketika dikonformasi LiputanBMI, Kamis (8/6) mengatakan bahwa kasus meninggalnya ABK tersebut telah dilaporkan dan ditanggani KDEI.

"Sudah ditangani (oleh KDEI, Red)," kata Kadir melalui pesan singkat.

Heat stroke adalah kondisi yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika badan kita gagal mengatur suhu tubuh dan suhu terus meningkat, bahkan mencapai 40°C atau lebih tinggi.

Heat stroke disebabkan oleh iklim yang panas, aktivitas fisik yang berat, atau kondisi lainnya yang dapat meningkatkan suhu tubuh.
(YLA, 09/06)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh