Berita > Seputar TKI
Pemerintah Arab Saudi Tegaskan Tak Ada Perpanjangan Amnesti
31 May 2017 08:06:53 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 8551
Ket: Jawazat Saudi Arabia
Foto: Google

Jeddah, LiputanBMI - Pemerintah Arab Saudi memastikan tidak akan memperpanjang program amnesti 2017. Hal itu diutarakan Direktur Imigrasi Madinah, Mayjen Khaled Al-Huwaish kepada wartawan.

"Warga asing ilegal yang memimpikan perpanjangan semacam itu harus bangun dari tidurnya," ujarnya sebagaimana dikutip Saudi Gazette, Minggu (28/5). Menurutnya, program bertajuk 'negara bebas pelanggar' yang dimulai bulan April itu akan berakhir pada akhir Ramadhan.

Sementara itu penasihat Direktur Keamanan Publik, Mayor Jenderal Jamman Al-Ghamdi mengatakan sebanyak 276.000 ekspatriat telah menerima exit permit melalui program amnesti. Dia mengungkapkan lebih dari 60.000 di antaranya telah meninggalkan Saudi.

WNI yang Sudah Dapatkan Exit Permit Tetap Ditangkap

Meski pendaftar amnesti yang sudah mendapatkan exit permit dan sudah membeli tiket kepulangan, namun pihak keamanan Arab Saudi tetap melakukan penangakapan.

Sebagaimana dikutip dari akun fb Penerangan KJRI Jeddah, peristiwa itu terjadi pada Senin kemarin (29/5) dilaporkan telah terjadi operasi penangkapan terhadap dua pemohon program amnesti di dua lokasi yang berbeda, dan ini bukanlah peristiwa yang pertama kali terjadi.

Peristiwa pertama terjadi di sekitar Masjidil Haram saat seorang pemohon berinisial HS hendak melaksanakan ibadah umrah. Saat ditangkap aparat keamanan patroli (dauriyat), ia berupaya meyakinkan aparat bahwa dirinya telah mengantongi exit permit dan telah membeli tiket untuk pulang, namun pihak aparat tetap bersikap acuh.

Bagi mereka, siapa pun warga negara (WN) asing yang tidak memiliki iqamah tetap dianggap ilegal. Walhasil, perempuan kelahiran Pamekasan 21 Juli 1992 telah gagal memanfaatkan amnesti ini dan harus menempati ruang tahanan imigrasi Tarhil Shumaisi.

Staf KJRI Jeddah sudah mencoba melobi dan meyakinkan pihak jawazat agar HS bisa dilepas, namun tidak berhasil. HS akhirnya disarankan agar segera membatalkan tiketnya. Semula petugas KJRI Jeddah mencoba membantu HS dengan berkoordinasi dengan pihak maskapai Garuda terkait pembatalan tiketnya, namun ternyata HS membeli tiket maskapai Emirates dengan nomor penerbangan EK 802 dari Jeddah transit Dubai yang rencana akan berangkat tanggal 5 Juni nanti.

Peristiwa kedua juga dilaporkan terjadi kepada seorang pemohon yang saat kejadian sedang dalam perjalanan dari KJRI Jeddah. Dia juga telah memperoleh exit permit dan telah membeli tiket. Namun sahabat sekalian, seperti kasus di atas, aparat keamanan sesuai SOPnya akan menangkap siapa saja WN asing yang tidak ber-iqamah.

Beberapa kasus serupa juga telah terjadi sebelumnya kepada pemohon yang tinggal menunggu jadwal penerbangan.
(IYD, 31/05)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh