Berita > Seputar TKI
Jokowi Tidak Agendakan Bertemu Warga, Pegiat TKI di Riyadh Kecewa
21 May 2017 15:15:58 WIB | Redaksi | dibaca 5043
Ket: Presiden Jokowi tiba di Riyadh, 20/05/2017
Foto: Facebook Agus Maftuh Abegebriel
Riyadh, LiputanBMI - Hari ini, Minggu (21/5/2017), Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara Arab, Islam-Amerika Serikat di King Abdulaziz Convention Center, Riyadh.

Sehari sebelumnya beredar kabar bahwa disela-sela lawatannya di Riyadh, Jokowi akan mengunjungi shelter Ruhama, penampungan TKI kurang beruntung di Riyadh dan bertatap muka dengan WNI di gedung KBRI, namun hal ini disanggah KBRI Riyadh.

“Pak Jokowi belum dapat mengunjungi ruhama dan melakukan pertemuan dengan WNI mengingat sangat singkat waktu kunjungan dan sangat padat kegiatan,” kata PF Konsuler KBRI Riyadh, Dede Achmad Rifai melalui pesan singkat yang diterima LiputanBMI (21/05).

Menaggapi hal ini para pegiat TKI di Riyadh membandingkannya dengan kedatangan Jokowi ke Hong Kong beberapa waktu lalu, diantara mereka mengekspresikan kekecewaannya di grup WhatsApp KBRI Riyadh & Ormas WNI dan grup Pegiat TKI Riyadh.

“Sepertinya pak Jokowi tidak seperti dulu lagi! Mana istilah blusukannya?” ungkap Halang Baya, mantan ketua Seknas Riyadh.

“Yah walaupun tidak diagendakan, biasanya kan pak Jokowi suka membuat acara mendadak. Kita tunggu saja hingga sore hari, kalau pak Jokowi peduli TKI Saudi mestinya tengoklah barang sebentar,” ungkap Tatang, TKI asal Cianjur yang juga ketua Paguyuban Baraya Sunda Riyadh (PBSR).

“Sebagai presiden pilihan rakyat kecil sangat di sayangkan beliau tidak bisa melihat langsung penderitaan TKI yang kurang beruntung di shelter Ruhama” tulis Abu Zalfaa, tokoh masyarakat WNI di Riyadh.

“Masa Pak Jokowi yang nota bene dikenal dengan Presiden merakyat dan blusukannya gak mau nemuin? Apa kata dunia!” tulis Boim Zaen salah satu pegiat sepakbola TKI.

“Pak Jokowi, TKI Hong Kong, TKI Saudi semuanya sama-sama penyumbang devisa negara. Pak Jokowi seolah-olah membedakan antara TKI hongkong dan TKI Saudi!” tulis Purwanto dari Gibar Community.

“Mungkin Pak JKW harus disadarkan hati nuraninya bahwa WNI di Saudi juga orang Indonesia” komentar Hery dari Solidaritas Pekerja Indonesia (SPI).

Walaupun hanya satu hari satu malam berkunjung ke Arab Saudi, para WNI/TKI di Riyadh sangat berharap dapat bertemu dengan Presidennya.

"Lihatlah nasib saudara saudara kami pak Jokowi!" tulis Kang Dul dari Komunitas TKI Indramayu.

"Saya sangat berharap Presiden dapat melihat secara langsung kondisi Ruhama di mana para eksaptriat kita yang kurang beruntung ditampung. Setelah Presiden melihat kondisi langsung diharapkan segara ambil langkah-langkah yang strategis dalam penanganan terkait perlindungan," harap Pujo Haryono, ketua PBVSTKI Riyadh.

Sebagaimana diberitakan beberapa media nasional, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Pangkalan Udara King Salman, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu 20 Mei 2017 pukul 20.15.

Tampak menjemput Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan Deputi Gubernur Riyadh Pangeran Mohammed bin Abdulrahman bin Abdulaziz.

Petang harinya, Presiden dan rombongan akan kembali ke Tanah Air dan diperkirakan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin pagi 22 Mei 2017.

Turut menyertai Jokowi dalam penerbangan dari Jakarta menuju Riyadh, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/KPN Andri Hadi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

(RED, 21/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki