Berita > Ekosospol
BNI Perkenalkan Program Agen46 Laku Pandai kepada Para TKI di Riyadh
20 May 2017 16:12:09 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 1712
Ket: RR BNI di Arab Saudi, Baharrizki Aji Wibowo saat memberikan pelatihan kewirausahaan pada Ultah SPI ke-1
Foto: Heri/SPI/Dok.Pri.

Riyadh, LiputanBMI - Remittance Representative PT. Bank Negara Indonesia, Tbk., (BNI 46) di Arab Saudi, Baharrizki Aji Wibowo memperkenalkan program “Agen46 Laku Pandai” kepada para TKI di Riyadh.

Berbicara di hadapan puluhan WNI dalam acara sarasehan bertajuk “Program Edukasi Kewirausahaan bagi TKI, Mempersiapkan Purna TKI Menjadi Pelaku Usaha” yang diselenggarakan Solidaritas Pekerja Indonesia (SPI) pada Jumat, (19/05/2017), Rizki menegaskan pentingnya merintis usaha untuk keluarga TKI.

“Sebetulnya keluarga TKI memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, misalnya dengan menjadi Agen46 Laku Pandai. Jadi tidak hanya tergantung kiriman uang dari luar negeri,” paparnya.

Agen46 Laku Pandai adalah kepanjangan tangan dari Bank BNI untuk menjangkau desa-desa di mana TKI berasal yang berfungsi sebagai outlet layanan keuangan digital, seperti pembayaran tagihan listrik, telepon, tiket, BPJS, pembelian pulsa dan transaksi online lainnya.

“Misalkan dalam 1 bulan terdapat 500 tranksaksi dengan fee 2500 per transaksinya, berapa yang keluarga dapatkan? Lumayan bukan!” imbuh pria asal Semarang yang baru 5 bulan bertugas di Riyadh ini.

Untuk menjadi Agen46 Laku Pandai, dapat mendaftar langsung dengan mendatangi kantor cabang BNI terdekat atau secara online, informasi lengkap dapat dilihat pada alamat web Agen46, klik di sini.

Selain itu, Agen46 Laku Pandai dapat berfungsi sebagai referral bagi masyarakat yang akan mengajukan Kredit Usaha Rayat (KUR) ke bank BNI.

Lebih lanjut, Rizki berharap agar para TKI mampu memanfaatkan pendapatannya selama bekerja di luar negeri untuk merintis (self financing) usaha kecil dari pada dihabiskan untuk konsumsi ego pribadi, seperti membeli motor sport atau mobil mewah.

Untuk memilih jenis usaha yang cocok dan menghasilkan, para TKI harus dapat mengenali keahlian yang dimilikinya atau potensi lingkungan tempat tinggalnya.

Setelah usahanya tumbuh dan memerlukan modal untuk ekspansi, para TKI dapat mengajukan pinjaman (KUR) ke BNI. Dengan usaha yang sudah berlangsung lancar, pembukuan yang lengkap, maka pengajuan kredit tidak sesulit yang masyarakat bayangkan.

“Saya tekankan pada teman-teman TKI, setelah pulang dari luar negeri, jadilah TKI Purna yang mandiri, mandiri dalam hal penghasilan, ciptakan peluang kerja di desa-desa. Sinergi, bersinergi dengan unit usaha sekitar, bangunlah networking. Dan yang terakhir, harus pasti. Pastikan target yang harus dicapai.” pungkasnya.

(TTG, 20/05)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh