Berita > Ekosospol
Inilah Karakter yang Harus Dimiliki Seorang TKI Agar Menjadi Wirausahawan Sukses
20 May 2017 04:02:55 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 1716
Ket: Marketing Planner Al Khatiri Est., Abdul Halim saat memberikan materi kewirausahaan pada ultah SPI ke-1
Foto: Junot/SPI/LBMI

Riyadh, LiputanBMI - Hal yang terpenting dalam memulai usaha adalah karakter diri, demikian pula tatkala seorang TKI yang berencana untuk memanfaatkan modal yang ia kumpulkan selama bekerja di luar negeri, terlebih dahulu harus mampu mengubah mindset (pola pikir) dan karakter.

Demikian dipaparkan Marketing Planner Sami Al Kathiri Est., Abdul Halim dalam sarasehan kewirausahaan bagi TKI yang diselenggarakan Solidaritas Pekerja Indonesia (SPI) pada peringatan hari jadinya yang ke-1 di Riyadh, hari Jumat, (19/05/017).

Menurut Abu Zalfa demikian ia biasa disapa, pola pikir yang harus diubah diantaranya adalah sifat konsumtif, perasaan minder (tidak percaya diri) dan takut untuk memulai.

“Saya ini baru pulang dari Saudi, saya punya uang, saya harus beli mobil, saya harus punya life style, mengajak makan keluarga dan teman ke tempat-tempat mewah, Nah! Pola pikir seperti ini yang harus diubah,” paparnya.

Puluhan hingga ratusan juta uang yang dibawa pulang oleh para TKI, dihabiskan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, padahal dengan uang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai modal berwirausaha.

Lebih lanjut Abu Zalfaa menyampaikan, karakter seorang pelaku usaha selalu mempertimbangkan besarnya manfaat dari uang yang dibelanjakan. Mengutamakan hal-hal yang betul-betul dibutuhkan bukan yang sekedar diinginkan untuk memenuhi ego.

“Begitu mindset kita ubah dari seorang pekerja menjadi wirausahawan, kita harus bekerja keras bagaimana mengejar target kita,” ungkapnya pula.

“Yang terakhir adalah do’a, kita sebagai orang mukmin memohon kepada Allah SWT untuk memberikan yang terbaik, menjadikan rejeki kita barokah,” tegas mantan guru Nahwu Shorof ini mengakhiri sesi pertama pemaparannya.

Sarasehan yang bertajuk, “Mempersiapkan Purna TKI Menjadi Pelaku Usaha” ini mendapatkan apresiasi positif dari peserta dan tamu undangan, terbukti dengan antusiasme dan kehadiran seluruh perwakilan komunitas dan ormas WNI/TKI se-kota Riyadh.

(TTG, 20/05)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh