Berita > Seputar TKI
Mengenal Desa Majasari, Lumbung TKI Yang Sejahtera di Indramayu
04 May 2017 00:24:32 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 3195
Ket: Seorang pengendara motor melintasi sudut desa Majasari. Desa ini menjadi pemasok terbanyak TKI di Indramayu
Foto: SinarHarapan.Net
Indramayu, LiputanBMI - Kabupaten Indramayu sepatutnya bangga memiliki desa seperti Desa Majasari. Mengapa? Karena desa ini berhasil “meringankan” beban kemiskinan yang ada di kabupatennya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, angka kemiskinan di desa Majasari berada di angka 8,24 persen dimana angka kemiskinan nasional berada di atas 10 persen.

Nah, angka kemiskinan kabupaten Indramayu adalah di atas 12 persen. Jadi bisa saja disimpulkan kalau tingkat kemiskinan di kabupaten Indramayu terbantu oleh angka yang diraih desa Majasari.

Lalu, bagaimana bisa desa Majasari mencapai hal tersebut? Ternyata, salah satunya adalah karena desa ini berhasil mengelola BUMDes dengan menggandeng perbankan.

Selain itu, mereka melakukan penggemukan sapi untuk keluarga TKI yang ditinggal merantau. Yang semula dari sekitar 32 ekor sapi, kini telah berkembang hingga 200-an ekor sapi.‬ Bahkan, Majasari berhasil menjual daging sapi seharga Rp 80.000/kg.

Bericara soal TKI, desa ini merupakan pemasok TKI terbanyak yang berada di Kabupaten Indramayu. Kabupaten Indramayu adalah peringkat nomor 1 di Jawa Barat sebagai pemasok TKI terbanyak, yaitu 25.521 orang.

BNP2TKI mencatat, sepanjang tahun 2014 penempatan TKI tertinggi adalah Jawa Barat, sebanyak 105.479 orang. Dari jumlah itu, Kabupaten Indramayu paling tinggi kemudian disusul Kabupaten Cirebon 15.786 orang, Cianjur 11.311, Sukabumi 8.665, Karawang 8.499, Subang 8.357, Majalengka 5.563, dan daerah-daerah di Jawa Barat lainnya.

Desa yang terletak di Kecamatan Sliyeg, Indramayu, Jawa Barat ini juga memiliki pengelolaan TKI yang baik dibandingkan desa-desa lainnya, bahkan dibandingkan kabupatennya sendiri.

Memiliki kurang lebih 3.100 penduduk dengan 1.226 kepala keluarga, desa ini memiliki sendiri rumah edukasi TKI yang dibangun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan dijadikan pilot project bagi desa-desa lain.

Didirikannya rumah edukasi TKI ini didahului dengan diterbitkannya Peraturan Desa (Perdes) Nomor 3 Tahun 2012, tentang Perlindungan TKI Asal Desa Majasari. Hebatnya, Perdes ini merupakan baru satu-satunya Perdes TKI di Indonesia.

Keberadaan Perdes itu tentu bukti nyata bahwa pemerintah desa Majasari serius melindungi warganya yang memilih mengadu nasib di luar negeri sebagai TKI.

Sebab, di tingkat desalah dokumen warga yang ingin menjadi TKI dinyatakan layak atau tidak untuk pergi bekerja ke luar negeri.

Source : SinarHarapan.Net

(JWD, 04/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki