Berita > Seputar TKI
Bertemu Dua TKW Terlantar di Bandara Malaysia, Bupati Purwakarta Batalkan Perjalanan ke Mesir
29 Apr 2017 19:15:13 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 7832
Ket: Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat bertemu dua TKW yang terlantar di Malaysia
Foto: Kompas/Dok. Humas Pemkab
Purwakarta, LiputanBMI - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membatalkan perjalanannya menuju Kairo, Mesir, untuk menjadi pembicara tentang keberhasilan dalam memimpin pembangunan daerah di hadapan mahasiswa Indonesia di Kairo.

Dedi batal ke Mesir setelah ia bertemu dengan dua tenaga kerja wanita ilegal asal Karawang dan Purwakarta yang ditahan pihak Imigrasi Malaysia di Bandara Kuala Lumpur, Jumat (28/4/2017) kemarin.

Sebagaimana dilansir Kompas,com, Sabtu (29/4/2017), Dedi tengah transit di Malaysia untuk ke Mesir. "Tadinya saya mau ke Kairo untuk memenuhi undangan para mahasiswa Indonesia di Mesir. Saat transit di Malaysia, saya malah ketemu dua orang TKW Ilegal yang bilang kepada saya minta tolong mau pulang," kata Dedi.

Menurut Dedi, dua TKW itu sudah empat hari telantar dan paspor mereka ditahan pihak Imigrasi Malaysia. "Mereka pergi ke Arab, tetapi tak punya bisa dan mereka kebingungan saat itu," tambah Dedi.

Awalnya, secara tidak sengaja Dedi bertemu dengan dua TKW yang telantar tersebut di bandara saat transit pesawat di Kuala Lumpur menuju Kairo, Mesir.

Kedua WNI itu adalah Rati (42) asal Karawang dan Syariah (26) asal Plered Purwakarta. Keduanya mengaku kepada Dedi bahwa mereka dibawa oleh seseorang asal Bekasi untuk dijanjikan bekerja di Arab Saudi.

"Untuk mengambil paspor harus bayar 10.000 Ringgit. Mereka lihat saya dan langsung minta tolong pakai bahas Sunda. Waktu di Bandara Malaysia, saya lagi antre diperiksa imigrasi Malaysia," ujarnya.

Dedi pun sempat kecewa dengan warganya yang memaksa untuk pergi bekerja ke Timur Tengah itu.

Padahal menurut dia, selama ini, pemerintah daerah Purwakarta melarang warganya pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW.

Namun demikian, Dedi kemudian bekerja sama dan meminta bantuan petugas KBRI Indonesia untuk Malaysia supaya bisa memulangkan kedua warganya tersebut.

Dengan komunikasi yang baik, keduanya bisa dibawa pulang ke Indonesia. "Beruntung ada petugas KBRI yang membantu. Keduanya langsung dibawa pulang. Sekarang sudah sampai di Jakarta," kata Dedi.

Syariah, salah seorang TKW yang bertemu Dedi di Malaysia, mengakui bahwa sejak awal ia memilih jalan yang salah.

Selain memaksa berangkat menjadi TKW ilegal melalui penyalur tenaga kerja di Jakarta, ia tak mendapatkan izin suami.

"Dari Purwakarta dibawa ke Batam naik kapal feri selama tiga hari langsung ke Malaysia menuju Bandara Kuala Lumpur untuk ke Oman lanjut ke Arab, di sini ditinggalin pihak penyalur yang namanya Ridwan kabur. Paspor ditahan pihak maskapai karena tidak ada visa kerja," kata dia.

Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, kedua TKW dan keluarganya itu langsung diantarkan pulang ke rumahnya masing-masing.

Rencananya, Dedi membuat laporan ke Polres Purwakarta untuk mengusut pihak yang membawa dua TKW itu ke luar negeri melalui jalur ilegal.
(JWD, 29/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki