Berita > Komunitas
Ruangan Tak Ber-AC, Layanan Terpadu KBRI di Dammam Dikeluhkan Warga
23 Apr 2017 15:47:52 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 2041
Ket: Dudung Abdul Mukti saat membantu peserta amnesti di lokasi YANDU
Foto: Dok. Pri
Dammam, LiputanBMI - Tidak berfungsinya pendingin ruangan (AC) di lantai atas, Restauran Nusantara, Dammam tempat dilaksanakannya Pelayanan Kekonsuleran oleh KBRI Riyadh, menjadi hal yang paling dikeluhkan para WNI, mengingat suhu di kota Dammam lembab dan panas.

“Tempat bikin gerah, panas! Saya dan teman saya yang membantu sampai bercucuran keringat, menetes hingga ke berkas yang sedang kami tulis,” kata Dudung Abdul Mukti usai mengikuti Pelayanan Kekonsuleran di Dammam, Jumat (21/04/2017).

Hal ini diamini oleh Koordinator SALAM KSA, Adi Tiar Winarto,. “Sudah ditawari lokasi alternatif, tapi belum ada follow up,” ujar Kang Jalal, demikian pria asal Tasikmalaya ini biasa disapa sesama ekspatriat Indonesia di Dammam.

Menurut penuturan Kang Jalal, Ia dan masyarakat Indonesia lainnya di Dammam, sudah berkali-kali memberikan masukan kepada pihak KBRI Riyadh perihal keluhan ini dengan mengusulkan agar pindah ke lokasi lain yang lebih luas dan memiliki fasilitas yang layak, namun KBRI bergeming.

Selain itu, warga berharap KBRI Riyadh menerjunkan petugas tambahan, mengingat disamping kegiatan rutin pelayanan kekonsuleran juga untuk melayani para WNIO/TKIU yang mendaftar amnesti.

Lebih lanjut, Dudung menyoroti keseriusan petugas KBRI dalam melayani peserta amnesti. Dudung menyayangkan ada pendaftar yang tidak mendapatkan formulir karena sudah habis.

“Bahkan saya mengusulkan, khusus selama masa amnesti ini, pelayanan terpadu ke kota Dammam ditingkatkan frekuensinya menjadi seminggu sekali,” ungkap Dudung Abdul Mukti yang juga menjabat sebagai Ketua BMI-SA DPC Dammam.

“Hal ini sebagai bentuk keseriusan perwakilan pemerintahan dalam mengupayakan agar semakin banyak WNIO/TKIU yang dapat memanfaatkan amnesti dari pemerintah Arab Saudi,” tambah Dudung pula.

Waktu 90 hari masa amnesti sangatlah singkat, jika harus menunggu dua minggu sekali, maka banyak waktu terbuang sia-sia dan kesempatan amnesti ini segera berlalu tanpa mampu mengurangi jumlah WNIO/TKIU secara signifikan khususnya di wilayah timur Arab Saudi.

Pelayanan terpadu kekonsuleran dan ketenagakerjaan yang diadakan KBRI Riyadh di kota Dammam diselenggarakan setiap dua pekan dengan menerjunkan 3-4 orang petugas, sementara WNI yang datang bisa puluhan hingga ratusan.

Jika Jumat ini membuat SPLP atau perpanjang paspor, maka pemohon harus menunggu Pelayanan Terpadu dua pekan yang akan datang untuk mengambilnya.

Menanggapi keluhan warga, PF Konsuler KBRI Riyadh, Dede Achmad Rifai menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan saat Pelayanan Kekonsuleran di Dammam dalam beberapa pekan terakhir.

“Mohon maaf atas kekurangnyamanan tersebut. Semoga tahun depan, anggaran KBRI Riyadh untuk pelayanan kekonsuleran ditambah sehingga pelayanan lebih baik dan lebih nyaman,” papar Dede malalui pesan singkat.

Lanjut kata Dede, sementara ini anggaran KBRI untuk Pelayanan Terpadu di kota Dammam, Al Khobar, Jubail dan sekitarnya, sejatinya hanya satu kali dalam satu bulan dengan tiga orang staf.

“Sejak tahun 2016, pelayanan di wilayah timur dua kali satu bulan dengan melakukan penghematan anggaran khususnya tempat pelayanan yang gratis di restauran Nusantara.” pungkas Dede.

(TTG, 23/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki