Berita > Seputar TKI
14 Bulan Tidak Digaji di Maldives, Dua Pelaut Indonesia Harap Bantuan Pemerintah
20 Mar 2017 20:49:06 WIB | Syafii | dibaca 3137
Ket: Surat dari PPI ke Kemlu
Foto: LBMIJKT
Dunia, LiputanBMI - Dua pelaut Indonesia tidak mendapatkan upah selama bekerja kurang lebih 14 bulan di Maldives. Ironisnya, mereka meminta dipulangkan ke tanah air namun pihak perusahaan hanya menjanjikannya saja dan hingga saat ini tuntutan mereka belum direalisasi oleh pihak perusahaan.

BP dan MKP mengadukan kasus tersebut kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) melalui pengaduan online yang dibuat PPI di website. Dalam pengaduannya, mereka meminta kepada PPI agar dapat dibantu menyampaikan ke pemerintah soal kasusnya.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, PPI telah bersurat kepada KBRI Colombo dan mengkonfirmasi kebenaran pengaduan kasus tersebut. Jawaban dari KBRI Colombo menyatakan bahwa kasus itu sedang dalam proses penanganan KBRI.

Selain kepada KBRI, PPI juga telah bersurat kepada Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler dan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri tentang permasalahan tersebut dengan lampiran denda visa yang dikeluarkan oleh imigrasi setempat.

"Kedua pelaut meminta kepada pemerintah melalui Kemlu agar dapat memulangkan mereka ke tanah air, karena pihak perusahaan di Maldives tidak juga membayar denda visa kami dan juga gaji kami," ujar Ketua Pelaut Luar Negeri, Keprin Silalahi kepada LiputanBMI, Senin (20/3/2017).

Kedua pelaut tersebut berangkat ke Maldives sebagai pelaut mandiri atau tidak melalui agency di Indonesia. Mereka bekerja di atas kapal Tug Sea King 10 milik owner Blue Metal Investments.
(IS, 20/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki