Berita > Cerpen Puisi
Air Mata Erna Bercucuran Dalam Penjara, Setelah Membaca Surat dari Anaknya
18 Mar 2017 21:01:03 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 16598
Ket: Ilustrasi seorang wanita saat dalam penjara
Foto: Google/LBMI
Riyadh, LiputanBMI - Seorang anak kecil bernama Dede Hasnawati yang masih duduk di bangku kelas V SD menulis surat kepada ibunya. Dede yang ditinggal ibunya menjadi TKW ke Saudi Arabia sejak umur 1 tahun hingga kini belum pernah bertemu ibunya.

Ibunya termasuk TKI yang tidak beruntung, hanya satu tahun ia bekerja terpaksa kabur dari rumah majikannya. Namun setelah keluar dari rumah majikannya ia terjebak kasus asusila dan divonis penjara 7 tahun lamanya.

Berkat hubungan baik dengan polisi wanita penjaga penjara, TKW yang punya nama Erna itu difasilitasi menulis surat ke Indonesia menggunakan alamat polisi itu. Erna mengabarkan kepada orang tua dan suaminya bahwa ia dapat musibah dan sekarang mendekam dalam penjara.

Dalam suratnya itu Erna juga mengijinkan suaminya untuk menikah lagi tapi jangan lupa anaknya. Keberadaan Erna dalam penjara dirahasiakan oleh keluarga biar tidak didengar tetangga, hanya orang tua dan suaminya yang mengetahui kasus Erna.

Erna juga meminta secara khusus kepada suami dan orang tuanya agar tidak cerita kepada anaknya, bahwa dirinya dapat masalah dan dipenjara di Saudi Arabia.

******
Suatu sore sepulang dari sekolah Diniyyah tiba-tiba Dede bertanya kepada kakeknya :

“Abah, kapan Mamah pulang? Kenapa Mamah tak pernah telpon, apa tak sayang sama Dede?”, kata bocah kecil itu kepada kakeknya.

“Ya sayanglah Dede, masa seorang ibu tak sayang sama anaknya,” jawab kakeknya.

“Tapi kenapa tak pernah telpon Dede dan tak pernah kirim uang sama Abah?”, kata anak itu lagi dengan sedikit suara meninggi.

Sebelum kakeknya menjawab, tiba-tiba dari dapur neneknya muncul daeri dapur karena mendengar suara Dede dengan nada keras dan kesal.

“Ada apa Dede kok kamu bicara seperti itu?”, kata neneknya.

“Mak (nenek), tadi di sekolah diniyyah Yuni pakai baju baru, kerudung baru dan jam tangan baru, katanya dapat kiriman dari Mamahnya di Saudi. Kenapa Mamah tak pernah telpon dan tak pernah kirim uang”, jawab bocah lugu itu dengan nada kesal dan seperti mau menangis.

Mendengar ucapan dari cucunya yang lugu itu Si Nenek tidak langsung menjawab dengan kata-kata, tapi justru pipinya basah karena cucuran air mata.
Dengan air mata yang membasahi pipinya Si Nenek itu memeluk cucunya dan berkata terbata-bata :

“Dede, kamu kan anak pintar, kamu yang sabar ya, suatu saat nanti pasti Mamahmu pulang. Insya Allah nanti kalau ada rezeki kakek akan membelikan kamu baju, kerudung dan jam tangan juga”.

Melihat neneknya menangis, Dede terdiam dan tidak bicara apa-apa lalu kakeknya berkata :

“Udah sekarang Dede makan dulu. Habis makan mandi kemudian setelah Maghrib ngaji”,

“Abah, besok kan hari Minggu, Dede mau menulis surat buat Mamah nanti hari Senin biar diposkan Mang Rudi”, kata Dede kepada kakeknya.

Keesokan harinya Dede memang menulis surat. Berkali-kali ia kelihatan merobek kertas yang ditulisnya dan diganti lagi dengan yang baru. Setelah jadi surat itu dimasukkan dalam amplop, sorenya dkasihkan kepada pamannya agar dimasukkan ke kantor pos.

Dua Minggu kemudian surat itu sampai di Saudi melalui alamat Po.Box polisi wanita penjaga penjara.

Suatu siang menjelang sore Erna dipanggil petugas penjara agar mengahdap ke ruangan polisi penjaga penjara yang sudah dikenalnya dengan baik. Setelah mengucapkan salam Erna dipersilakan duduk, lalu polisi itu berkata :

“Erna ini ada surat dari Indonesia buat kamu, silakan buka dan baca di sini”.

Dengan senang hati Erna membuka dan mulai membaca surat itu. Bukannya ia merasa gembira membaca surat itu tapi justru membuat air matanya menetes membasahi pipinya. Ia sedih membaca tulisan tangan anaknya yang selengkapanya seperti ini :


Sukabumi, 17 Maret 2017

Kepada Mamah tercinta
Di Saudi Arabia

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mamah, gimana kabarnya di Saudi Arabia? Semoga Mamah di Saudi baik-baik saja yang Dede harapkan. Amiin.

Mah, sewaktu Dede menulis surat ini, Abah dan Emak serta Bibi baik-baik saja keadaannya.

Mah, kenapa Mamah enggak pulang-pulang, apa Mamah nggak kangen dan nggak sayang Dede? Dede sudah kangen pingin ketemu Mamah. Dede selalu memeluk dan mencium foto Mamah sebelum tidur kalau sedang kangen Mamah. Apa Mamah enggak merasakan Dede kangen sama Mamah?

Mah, Dede menulis surat ini karena Mamah enggak pernah telpon. Dede dapat alamat ini dari Abah, Dede menulis sendiri. Tulisan Dede bagus enggak Mah?

Mah, Bi Imas sering kirim uang, kenapa Mamah enggak pernah kirim uang sama Abah? Mah, Dede pingin punya kalung, sepeda dan pingin punya HP supaya bisa telpon, tapi Abah nggak punya uang.

Mah, sekarang Dede sudah kelas V sebentar lagi naik kelas VI, Dede pingin pas kenaikan kelas nanti ditungguin Mamah. Kan dari kelas I sampai sekarang Mamah enggak pernah nungguin Dede saat kenaikan kelas. Mah segera pulang ya?

Mah, kenapa kalau Dede tanya kepada Abah, mengapa Mamah tak pernah telpon atau kirim uang, Emak selalu menangis? Masih berapa lama Mamah di Saudi?

Mamah, dari dulu kalau Dede tanya Abah kapan mamah pulang, kata Abah tahun depan terus jawabnya, tapi sampai sekarang Mamah nggak pulang-pulang.

Oh iya Mah, ayah Dede sudah kawin lagi sama Bi Lina dan punya anak dua. Ayah enggak pernah ke rumah Abah dan tak pernah ngasih uang Dede buat jajan.

Dede mau diajak ke rumah ayah tapi Dede enggak mau, Mamah tiri Dede galak, Dede takut. Abah dan Emak juga melarang kalau Dede ke rumah Ayah.

Mah, Bi Titin dan Bi Lina sudah pulang dari Saudi, sekarang sudah beli Honda dan pasang parabola di rumahnya. Kenapa Mamah enggak kirim uang ke Abah, Dede pingin punya TV juga Mah?

Mah, Dede di sekolahan suka diledekin teman-teman, katanya Mamah Dede kawin sama orang luar negeri dan nggak kembali ke Indonesia lagi. Dede suka sedih dan nangis.

Mah, apa betul Mamah kawin sama orang luar negeri, apa Mamah tak sayang sama Dede?

Mah, Dede cuma tahu wajah Mamah dari foto saja. Dede pingin digendong, dipeluk dan bobo sama Mamah. Mamah segera pulang ya?

Mah kalau mau telpon Dede bisa ke HP nya Mang Idad ini no.nya 081380187655 ditunggu ya Mah? Dede kangen ingin mendengar suara Mamah.

Mah, sekian dulu surat dari Dede cepat dibalas atau segera telpon ya Mah?.

Wassalam, dari puterimu tercinta
Dede Hasnawati


**Cerita di atas adalah fiktif, jika ada kesamaan nama, tokoh dan kejadian itu suatu kebetulan saja.
(JWD, 18/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki