Berita > Seputar TKI
BNP2TKI Limpahkan Kasus ABK yang 8 Tahun Hilang Kontak ke KKP dan Dirjen Perhubungan Laut
18 Mar 2017 11:42:12 WIB | Syafii | dibaca 1026
Ket: Surat pelimpahan dari BNP2TKI ke KKP dan Kemenhub
Foto: LBMIJKT

Nasional, LiputanBMI - Rukin (38) lelaki asal Pati, Jawa Tengah dilaporkan oleh pihak keluarganya telah hilang kontak selama delapan tahun lebih. Menurut keluarganya, Rukin telah berangkat ke luar negeri melalui PT. Mola Jaya Samudera yang terakhir beralamat di daerah Sunda Kelapa, Jakarta pada Juli 2008 silam.

Kasus tersebut terungkap setelah kakak kandung Rukin, Rumiyati mengadu kepada Pergerakan Pelaut Indonesia cabang Pati-Jawa Tengah, kemudian diteruskan ke PPI pusat di Jakarta dan ditindaklanjuti melaporkan ke pemerintah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 11 Januari 2017 lalu.

Atas dasar pengaduan dari PPI, BNP2TKI melalui Deputi Bidang Perlindungan telah berupaya memanggil pihak perusahaan hingga tiga kali, namun perusahaan tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.

Melalui surat tembusan yang dikirim oleh BNP2TKI ke PPI pada tanggal 14 Maret 2017, pihak BNP2TKI sudah berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen Perikanan Tangkap agar dapat bersama-sama menindaklanjuti permasalahan itu.

Sebelumnya, pihak keluarga menyatakan bahwa Rukin berangkat ke luar negeri untuk bekerja menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di kapal FV. Rui Jian Cai No. 16 berbendera Taiwan milik Mutual Shipping Limited yang beralamat di Wanchai, Hongkong.

PPI berkomitmen akan terus mengawal kasus tersebut hingga menemukan titik penyelesaian.

"Info terakhir Rukin menghubungi keluarganya saat baru dua bulan kerja dan kapalnya sandar di Samoa. Kami akan coba menyurati KBRI setempat dan KDEI di Taiwan. Semoga KBRI dan KDEI dapat segera melacak dan menemukan keberadaan Rukin serta dapat menindak tegas owner tersebut," pungkas Ketua Pelaut Luar Negeri, Keprin Silalahi.

(IS, 18/03)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh