Berita > Seputar TKI
Dimintai 50 Juta Rupiah, Calon ABK Ini Mengeluh Sudah Setahun Tak Kunjung Berangkat ke New Zealand
10 Mar 2017 08:56:31 WIB | Syafii | dibaca 5367
Ket: Kwitansi bukti pembayaran
Foto: LBMIJKT
Nasional, LiputanBMI - Nasib malang dialami oleh TK (34) lelaki asal Cirebon, Jawa Barat yang mengaku sudah menghabiskan puluhan juta rupiah demi terwujud keinginannya bisa bekerja di luar negeri. Namun, semua itu kandas setelah sadar bahwa dirinya hanya dipermainkan saja oleh pihak perusahaan yang selalu memberikan janji manis belaka tanpa realisasi.

“November 2015 saya daftar di PT FBT untuk dapat bekerja di kapal Cargo. Saya dimintai uang untuk urus dokumen keberangkatan. Pertama saya kasih enam juta rupiah, kedua sebesar 19 juta, dan yang terakhir 25 juta dengan total 50 juta, semua ada kwitansinya,” ujarnya kepada LiputanBMI, Rabu (8/3/2017).

Menurut TK, dirinya selalu dijanjikan akan segera diberangkatkan ke luar negeri, dari mulai kerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal New Zealand, ke Australia sebagai pekerja di perkebunan, dan terakhir ke Canada.

“Janji dan hanya janji terus yang ada, tapi sampai setahun saya tak juga diberangkatkan. Untuk itu, saya beranikan diri untuk mengadukan hal ini kepada Pergerakan Pelaut Indonesia agar dapat dibantu dalam meminta semua dokumen dan uang yang sudah saya serahkan ke perusahaan,” ungkapnya.

Menanggapi pengaduan tersebut, Tim Advokasi PPI menyatakan akan melakukan pendampingan guna penyelesaian kasus itu.

“Siang tadi, Kamis (9/3/17) kami sudah layangkan surat permintaan perundingan bipartit. Semoga kasus ini segera ada penyelesaian dan tuntutan korban segera dipenuhi,” tegas Ketua Pelaut Luar Negeri, Keprin Silalahi.

Sebelumnya, PPI juga telah menerima pengaduan kasus yang sama dari 9 calon ABK yang merasa dirugikan oleh perusahaan tersebut.

“Betul. Sebelumnya ada 9 orang yang ngadu ke kami, kasusnya masih dalam proses dan sudah ada kesepakatan melalui perjanjian bersama yang akan digelar kembali musyawarah penyelesaiannya pada tanggal 31 maret 2017,” pungkasnya ketika dikonfirmasi.
(IS, 10/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki