Berita > Seputar TKI
Mediasi Kasus 10 Calon ABK Job New Zealand, Perusahaan Komitmen Menyelesaikan
08 Mar 2017 03:14:27 WIB | Syafii | dibaca 2250
Ket: Para Pelaut saat mengadu ke Kantor PPI
Foto: LBMIJKT
Nasional, LiputanBMI - Kasus 10 Anak Buah Kapal (ABK) yang sebelumnya mengaku mendapat tawaran kerja di kapal penangkap ikan jenis Trawl di New Zealand kini telah mendapat kepastian penyelesaian. PT. FBT yang sebelumnya disebut sebagai agen perekrut para calon ABK, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan seputar pengembalian uang Charge dan biaya Medical Check Up (MCU) karena sejak bulan November 2016 hingga sekarang para calon ABK tak kunjung diberangkatkan ke New Zealand.

Di’I, koordinator para ABK didampingi oleh Tim Advokasi Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) kembali mendatangi perusahaan untuk mengklarifikasi dan mencari solusi penyelesaian kasus tersebut.

“Kemarin, tanggal 2 Maret kami sudah datangi perusahaan namun pimpinan perusahaan tidak ada di tempat. Hari ini, kami datangi lagi dan akhirnya ketemu juga. Kami mediasi dengan fasilitator tim advokasi PPI. Kesepakatannya, beberapa dokumen kepelautan yang sebelumnya ada di perusahaan, kini beberapa diantaranya sudah dapat kami ambil,” ujarnya kepada LiputanBMI, Selasa (7/3/2017).

Selain itu, Di’i menambahkan bahwa berdasarkan risalah perundingan dan perjanjian bersama yang telah disepakati, pihak perusahaan akan mengembalikan kekurangan dokumen dan tuntutan para ABK pada tanggal 31 Maret 2017.

Baca: Puluhan Calon ABK Merasa Dirugikan PT Setelah Dijanjikan Kerja di New Zealand

Ketua Pelaut Luar Negeri PPI, Keprin Silalahi meminta kepada perusahaan agar bisa menepati janjinya sesuai dengan yang tertulis dalam nota kesepakatan.

“Intinya kami hanya memfasilitasi dan mendampingi para ABK dalam menuntut hak-haknya yang dirugikan sesuai amanat surat kuasa yang kami terima. Saat ini masih tahap Bipartit, bila nanti perusahaan mengingkari kesepakatan, dimungkinkan kami akan tempuh upaya Tripartit sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2004 tentang PPHI Junto Permenakertrans No. 31 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial melalui Perundingan Bipartit,” pungkasnya.


(IS, 08/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki