Berita > Seputar TKI
Banyak Kasus TKI di Saudi, BMI-SA Berharap Raja Salman Mau Berdialog Dengan Pegiat Buruh Migran
14 Feb 2017 21:09:13 WIB | A Hadi Akram | dibaca 3707
Ket: Raja Salman
Foto: Google
Sukabumi, LiputanBMI - Rencana kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz Al Saud pada awal Maret mendatang, disambut hangat kalangan aktivis buruh migran di Indonesia. Hal itu terkait mencuatnya kasus TKI Rusmini Wati binti Narkim yang saat ini mendekam di penjara Arab Saudi karena tuduhan sihir.

Sekjen SBMI, Boby Alwi dalam postingan facebooknya, Minggu (12/2), mengusulkan upacara penyambutan dilakukan di Kedubes Arab Saudi dengan aksi membakar kemenyan, simbol sihir yang dituduhkan kepada Rusmini Wati Bt Narkim.

Ia juga memposting 3 poto "Sambut Raja Salman Untuk Menuntut Keadilan", Johairah TKI asal NTB yang 7 tahun disekap majikan, Ani Handayani TKI asal Tegal 15 tahun disekap majikan dan Rusmini Wati TKI asal Indramayu yang dipenjara lantaran kasus tuduhan sihir.

"Poto-poto ini adalah buruh migran Indonesia yang menjadi korban penganiayaan, tidak digaji, hilang kontak, tidak boleh pulang, dikriminalisasi dengan tuduhan sihir di Arab Saudi," tulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Buruh Migran Indonesia Saudi Arabia (BMI-SA) Ganjar Hidayat berharap pemerintah Indonesia dapat memfasilitasi dan melibatkan pegiat buruh migran untuk dapat berdialog dengan Raja Salman.

“Ini kesempatan kita untuk bisa komunikasi langsung dengan Raja Arab, kita sampaikan apa yang terjadi dengan kelakuan warganya yang tidak diketahui oleh Raja. Karena kalau di Arab Saudi, hal ini mustahil dilakukan, mudah-mudahan pemerintah mau memfasilitasi dan melibatkan pegiat buruh migran,” ujarnya di Jeddah kepada LiputanBMI, Selasa (14/2).

Di awal tahun 2017, Ganjar pun memaparkan bahwa BMI-SA juga sedang mengawal kasus besar diantaranya Saidah TKI asal Banyumas yang sudah dievakuasi ke KJRI Jeddah setelah 26 tahun disekap majikannya dan Dasiri TKI asal Indramayu yang hilang kontak selama 15 tahun.

"Sangat ironi, 26 tahun yang lalu kasus Saidah baru terungkap. Bagaimana seorang TKI bisa lolos dari pengawasan pemerintah sementara PJTKI dan agennya tidak bertanggung jawab? Haruskah kasus-kasus tersebut dilaporkan kepada Raja Salman, agar ada solusi yang jelas dan tidak muncul lagi kasus serupa," tandasnya.
(HDI, 14/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki