Berita > Opini
Dimanakah Kepedulian Pemerintah Terhadap Keluarga Endang TKI Korban Lakalantas di Arab Saudi
14 Jan 2017 19:50:38 WIB | A Hadi Akram | dibaca 4540
Ket: ilustrasi
Foto: LBMI

Nasional, LiputanBMI - Endang bin Jojo Ngahoji adalah salah satu TKI korban kecelakaan lalu lintas di kota Riyadh, Arab Saudi. Ia tertabrak sebuah mobil dan langsung meninggal di tempat kejadian saat bekerja pada Senin (28/9/2015) silam.

Endang meninggalkan seorang istri dan empat orang anak perempuan. Anak terakhir (almarhum) ketika ditinggalkan sang ayah baru berumur 10 hari (Anindita, lahir di Tasik Malaya, 18 September 2015), anak ketiga berumur 3,5 tahun (Nazah Fauziah, lahir di Tasik Malaya, 10 April 2012) dan anak kedua, Ilfa berumur 11,2 tahun (maaf: mengalami gangguan Psikis).

Sang Istri, Juju Juariah sepeninggal almarhum suami, menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi ketiga anaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Juju mengandalkan kuli serabutan, itupun jika ada yang membutuhkan tenaganya, dan hasilnya pun sangat jauh untuk bisa mencukupi kebutuhan ketiga anaknya.

Hak-hak almarhum Endang diadukan ke Direktorat Perlindungan WNI & BHI Kementerian Luar Negeri oleh BMI-SA pada tanggal 25 November 2015 untuk menuntut hak diyat dari pelaku/penabrak korban.

Semua persyaratan yang diminta sudah dipenuhi dan diserahkan kepada pihak yang berwenang. Namun dari semenjak pengaduan kasusnya, sampai hari ini belum ada kejelasan dari pihak-pihak terkait tentang kejelasan penangan kasusnya sudah sejauh mana.

Perlu digarisbawahi kinerja Pemerintah dan Perwakilannya, begitu lemahkah bargaining position Indonesia terhadap Pemerintahan Arab Saudi? Sehingga kasus yang sudah berjalan 16 bulan tidak ada kejelasan penanganan kasusnya sudah pada titik mana.

Adakah target dan usaha maksimal yang dilakukan? Sehingga tidak manimbulkan dampak negatif baru bagi keluarga korban. Dimanakah peran para perwakilan pemerintah yang selalu menjanjikan akan meningkatkan pelayanan dan perlindungan yang lebih baik bagi TKI dan keluarganya?

Adakah setitik iba dari para pembesar negeri ini bagi keadilan Juju dan anak-anaknya? Bagaimana seorang Juju yang miskin harus menafkahi empat orang anaknya.

(HDI, 14/01)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki