Berita > Opini
Refleksi Aksi Bela Islam III: Antara Takbir, Sholawat Nabi dan Tuntutan Penjarakan Penista Agama
03 Dec 2016 04:12:05 WIB | A Hadi Akram | dibaca 2525
Ket: Abdul Hadi
Foto: Dok. Pri

Jakarta, LiputanBMI - Tugu Monas, Tugu Petani, Tugu Kuda, Air Mancur, Masjid Istiqlal dan Masjid Al Fata GPII adalah saksi abadi dari Aksi Bela Islam jilid III (ABI III) 2 Desember 2016 membuka lembaran sejarah baru tentang hak dan keadilan serta makna kebhinekaan yang sesungguhnya.

Peristiwa penting sedang bergulir dan terjadi di negeri ini, siapapun tidak bisa menutup mata tentang sebuah perjuangan menuntut keadilan atas penista agama dan mengajarkan kepada seluruh anak bangsa tentang arti dan makna kebhinekaan yang hakiki yang berdasarkan pada Pancasila.

Gema takbir yang digemakan oleh sekitar 4 juta orang lebih yang diwakili oleh berbagai utusan provinsi dan daerah, suku dan adat begitu bergemuruh menggetarkan persada pertiwi Indonesia.

Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad begitu menyejukan hati membentengi aksi super damai dan sadar diri Aksi Bela Islam III (ABI 3).

Semua Warga Indonesia dengan berbagai pluralitasnya harus membuka mata hati, akal, hukum, sosial dan budaya tentang sesuatu yang diajarkan oleh Aksi Bela Islam III (ABI 3) ini.

Walaupun banyak prediksi dan isu makar, ternyata hanya isapan jempol yang dilontarkan oleh orang yang tidak memahami arti dan makna kebhinekaan yang dianut dan terkandung dalam Pancasila.

Penuntutan hukum terhadap penista agama adalah salah satu bentuk tanggung jawab moral dan hukum terhadap tegaknya nilai-nilai Pancasila agar kebhinekaannya senantiasa terjaga.

Aksi Bela Islam III mampu mengajarkan arti dan makna kebhinekaan yang sesungguhnya.
(HDI, 03/12)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki