Berita > Cerpen Puisi
Aku Pelaut Sejati
25 Jun 2016 19:18:44 WIB | Yully Agyl | dibaca 2274
Ket: Kegiatan ABK di Kapal
Foto: Greenpeace

Taipei, LiputanBMI - Kukuatkan tekad...
Dengan niat dan restu orang terdekat
Bermodal berlembar-lembar sertifikat
Sebagai bukti aku pelaut hebat

Gulungan ombak bisa kukalahkan
Asinnya air laut sudah biasa dijadikan minuman
Makian dan umpatan bagai sebuah nyanyian
Tubuh ini tergadai oleh sang juragan

Entah sampai kapan...
Raga ini terkurung dalam perbudakan
Bukan gaji tinggi yang kudapatkan
Tapi, jasad remuk dijadikan tumbal kebiadaban

Apakah semua salahku?
Hingga kata maaf tidak berlaku untuk sebuah khilaf
Atau... manusianya yang sudah tidak beradab
Tiada lagi belas kasih di atas geladak

Ragaku tumbang, jiwaku melayang
Sirna harapan masa depan yang gemilang
Aku berpulang...
Diiringi isak tangis orang-orang tersayang

Maafkan bapak, anakku...
Yang tak mampu menepati janji
Juga untukmu duhai istriku
Janganlah terus bersedih meratapi diri
Aku pergi menghadap Illahi...
Dengar gelar pelaut sejati

*****
Puisi ini terinspirasi dr video Almarhum Supriyanto, ABK di Taiwan yang meninggal karena penganiayaan.

(YLA, 25/06)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki