Berita > Seputar TKI
Harapan Baru Kongres Pertama Buruh Migran Indonesia-Saudi Arabia (BMI-SA)
01 May 2016 21:31:06 WIB | Abdul Hadi | dibaca 2681
Ket: Persiapan Menjelang Kongres
Foto: Yono

Sukabumi, LiputanBMI - Buruh Migran Indonesia-Saudi Arabia (BMI-SA) adalah salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang cukup berpengaruh di Arab Saudi. Hal ini bisa dibuktikan dari berbagai kiprahnya di mediasi, advokasi, revisi Undang undang (RUUPILN) dan program repatriasi yg diselenggarakan Instansi Pemerintah.

“Organisasi ini terlahir murni dari hasil karya para buruh migrant Arab Saudi, walaupun belum bisa disejajarkan dengan organisasi-organisasi mapan seperti HMI, SPSI dll. Umur BMI-SA bisa dibilang masih seumur jagung, yakni tiga tahun silam, tepatnya pada tanggal 05 Desember 2013”, terang San Denis salah satu punggawa BMI-SA kepada Tim LiputanBMI.

“Namun, walaupun baru berumur tiga tahun, SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki BMI-SA cukup lumayan. Karena punggawanya banyak dari latar belakang akademisi dan aktivis. Sehingga dalam menjalankan roda organisasi mampu saling bangun dan membesarkan organisasi”, Jelas Ganjar Hidayat menguatkan alasan San Denis kepada Tim LiputanBMI.

Tim LiputanBMI ikut meliput Kongres pertama yang dilakukan BMI-SA. Kongres dilaksanakan bertepatan dengan May Day (hari buruh Internasional) pada tanggal 01 Mei 2016. Kongres dilaksanakan dari tanggal 1-3 Mei 2016 dengan Tema: “REGENERASI PENGURUS BMI-SA MENUJU PERUBAHAN PARADIGMA BURUHYANG CERDAS, MANDIRI DAN BERINTEGRITAS”.

Ketika di konfirmasi Tim LiputanBMI tentang tema ini, Ganjar Hidayat (Ketua Umum BMI-SA) menjelaskan: "Dalam (Q.S Ali Imran : 146 – 147) Allah SWT. Mengajarkan kita tentang gerak langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW, ayat ini memiliki tiga kandungan:
1. Bahwa nabi didampingi oleh kader – kader mujahid yang banyak dalam mengemban amanah risalahnya,
2. Kader yang bersama sama perjuangan nabi memiliki kualitas yang kokoh
3. Para mujahid tersebut menyadari kelemahan – kelemahan dan kesalahan dirinya dan memicu diri untuk bangkit menjadi yang terbaik atas bantuan Allah.
Dalam konteks kaderisasi, ayat ini mengisyaratkan 3 sasaran kaderisasi:
1. Pertambahan jumlah
2. Peningkatan kualitas
3. Pembangunan kompetensi

Dari ayat ini dapat dilihat bahwa dalam sebuah organisasi selain faktor kuantitas yang perlu menjadi perhatian juga segi kualitas; keseimbangan kuantitas dan kualitas, dengan memanfaatkan support sistem yang dibuat organisasi ataupun tarbiyah dzatiyah (diri sendiri) dalam rangka up grade kompetensi.

Dalam ayat lain ALLAH SWT. berfirman, yang artinya: Katakanlah: “Samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS. Az-Zumar,39: 9)

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?"(QS.61:2)
Dalam ayat ini Allah memberikan peringatan kepada kita : "Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?"

Sebenarnya ayat ini adalah nasehat agar kita selaras antara ucapan dan perbuatan. Selaras antara nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan visi yang kita miliki dengan perbuatan.

Ayat ini mengajarkan tentang integritas. Dalam buku quantum sukses, integritas merupakan salah satu kunci sukses. Integritas adalah kesesuaian antara nilai-nilai, prinsip, atau norma-norma yang dianut dengan perbuatan dan perkataan. Pengertian seperti ini juga disebut iman. Jadi orang yang beriman adalah orang yang memiliki integritas.

Ayat itu sekaligus peringatan agar menjaga integritas dan tidak merusaknya. Allah sangat marah jika ada yang ingin merusak integritasnya: " Allah sangat murka kepada orang yang mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya." (QS.61:2).

Orang yang merusak integritasnya dan tidak mau merubah mendapat dua kerugian. Pertama, di akhirat ia akan mendapatkan kesengsaraan dengan siksaan yg telah disiapkan Allah. Dalam sebuah riwayat Allah menyediakan suatu kamp di neraka untuk mengazab orang yang merusak integritasnya. Kedua, di dunia dia akan kehilangan kepercayaan. Sebagaimana diketahui bahwa integritas adalah point yang sangat penting dalam kesuksesan seseorang.

"Integritas menimbulkan kepercayaan, dan kepercayaan ini sangat menentukan keberhasilan dalam hubungan antar manusia. Dalam dunia bisnis, dunia kerja ataupun dakwah, Integritas dan kepercayaan adalah dua hal yang selalu dijaga". Demikian paparnya yang begitu lugas kepada Tim LiputanBMI.


(HDI, 01/05)

Universitas Terbuka Riyadh
-