Berita > Seputar TKI
Pak Didi : Pulangkan Anak Saya Sebelum Ajal Menjemput
14 Apr 2016 21:39:09 WIB | Abdul Hadi | dibaca 2020
Ket: Pak Didi Mengidap Penyakit Tumor
Foto: Keluarga

Cianjur, LiputanBMI - Kasih sayang orang tua terhadap anak tidak akan terhalang oleh ruang, waktu dan jarak. Begitulah perasaan Pak Didi (63 tahun) yang sudah tua renta yang amat mencintai seorang puterinya yang bernama Imas Nuraeni (25 tahun).

Keluarga Pak Didi tinggal di Kampung Mekarsari, Desa Jatisari, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur. Imas Nuraeni adalah puteri bungsu Pak Didi yang lahir pada tahun 1991 dengan pendidikan terakhir Madrasah Tsanawiyah/SLTP.

“Imas Nuraeni tidak melanjutkan sekolah ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) karena faktor biaya, namun semangat untuk mengangkat ekonomi keluarga sangat tinggi. Sehingga pada tahun 2009 ditemukan sponsor kampung (JI) dan dibawa ke Jakarta untuk dipekerjakan ke luar negeri dengan tanpa sepengetahuan dan izin orang tua serta aparat pemerintah setempat. Semenjak dibawa oleh sang sponsor, bapak dan keluarga kehilangan informasi dan komunikasi selama tiga bulan”, jelas Mulyadi pengurus BMI-SA yang mendampingi kasus ini kepada LiputanBMI.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, bahwa Imas Nuraeni diberangkatkan ke Wilayah Timur Tengah dengan cara tidak benar. Karena ketika diberangkatkan tahun kelahiran Imas Nuraeni dipalsukan, Imas belum punya KTP, tidak ada izin orang tua, juga tidak ada pemberitahuan kepada aparat pemerintah setempat. "Ini jelas harus diusut dan ditindaklanjuti mulai dari awal. Pak Didi depresi berat karena mencari kabar keberadaan puteri bungsunya selama tujuh tahun, kalau masih hidup dimana keberadaannya? kalau sudah meninggal, dimana kuburannya”, ungkapnya diakhir pembicaraan kepada LiputanBMI.

“Jelang tiga bulan, Pak Didi baru mendapat kejelasan informasi, bahwa Imas sudah berada di Jakarta di salah satu PJTKI, Bapak sangat senang mendengarnya, dan langsung menjenguk ke Jakarta. Namun setelah pertemuan itu, Pak Didi kembali kehilangan jejak dan tidak pernah tahu dimana Imas Nuraeni berada sampai hari ini (2009-2016), karena baik sponsor maupun PJTKI tersebut tidak pernah memberitahu kabar Imas," ungkap Marwan Yusuf tetangga Pak Didi yang memperkuat penjelasan Mulyadi kepada Tim LiputanBMI.

Imas Nuraeni binti Didi diberangkatkan oleh PJTKI MARBA SAFAR INTISAR, Jenis Pekerjaan : Woman Worker, tanggal Pasport 02 Februari 2009, Nomor Visa 11/2025749, tanggal visa 04/03/2009 dengan negara tujuan Arab Saudi.

“Saya sangat berharap bantuan cepat pemerintah (BNP2TKI, Kemenlu, Kemenakaer) agar Imas Nuraeni segera bisa dipulangkan ke Indonersia dan bisa bertemu keluarga kembali dan seluruh hak-haknya dipenuhi sebelum ajal saya tiba, karena saya sedang mengidap penyakit tumor”, ujar Pak Didi sambil meneteskan air mata dalam wawancara langsung dengan Tim LiputanBMI.

(HDI, 14/04)

Universitas Terbuka Riyadh
-