Berita > Seputar TKI
Berikut Tanggapan Menaker Taiwan Terkait Biaya Rekrut PMI Dibebankan ke Majikan Berlaku Juga di Negara Lain
21 Oct 2020 12:16:41 WIB | Hani Tw | dibaca 3280
Ket: Berikut Jawaban Terbaru dari Menaker Taiwan Terkait Biaya Rekrut PMI Dibebankan ke Majikan
Foto: United Daily News
Taipei, LiputanBMI - Menanggapi pengumuman sepihak dari pemerintah Indonesia bahwa biaya perekrutan pekerja migran Indonesia (PMI) perawat pasien dibebankan ke majikan, Menaker Taiwan Xu Mingchun mengatakan bahwa pihaknya masih terus memahami dan mengungkapkan posisi kami (majikan Taiwan) melalui jalur diplomatik.

Dilansir United Daily News (21/10), hal tersebut disampaikan Menaker Xu Mingchun kepada wartawan hari ini (21/10/2020) ketika akan menghadiri pertemuan Komite Perlindungan Kesehatan dan Lingkungan, Legislatif Yuan.

Selain itu, peraturan yang diumumkan sepihak oleh pemerintah Indonesia dan akan diterapkan mulai awal tahun depan, Xu Mingchun mengatakan, pemerintah Indonesia tidak hanya memberlakukan kebijakan itu untuk Taiwan saja, akan tetapi juga diberlakukan kepada 14 negara penempatan termasuk Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

Menaker mengetahui reaksi dan tanggapan dari negara lain terkait hal ini melalui jalur diplomatik. Diketahui bahwa sejauh ini negara lain belum mengutarakan pendapatnya tentang peraturan baru tersebut, untuk itu Kemenaker akan terus memahami.

“Saya berharap dengan diberlakukannya peraturan tentang biaya PMI dibebankan ke majikan, pemerintah Indonesia dapat mempertimbangkan hak dan kepentingan majikan Taiwan dan peluang kerja pekerja migran, “jelas Xu Mingchun.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada akhir Juli lalu BP2MI mengeluarkan pengumuman tentang peraturan biaya perekrutan PMI yang meliputi paspor, visa, tiket pesawat pulang-pergi, dan biaya pelatihan mulai tahun depan akan dibebankan ke pengusaha (majikan).

Sejak peraturan tersebut diumumkan, selain telah memicu reaksi dari majikan Taiwan yang merasa keberatan, asosiasi majikan bersama gabungan asosiasi penyandang cacat melakukan aksi protes ke depnaker Agustus lalu. Bahkan hari ini (21/10) Asosiasi Majikan akan melakukan aksi yang sama di Kantor KDEI Taipei.
(HNI/IYD, 21/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-