Berita > Seputar TKI
KJRI Gandeng Kepolisian Hong Kong Tangani Kasus Praktik Rentenir Gadai Paspor
05 Jul 2018 23:39:39 WIB | Wijiati Supari | dibaca 710
Ket:
Foto: Google
Hongkong, LiputanBMI - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong menyatakan keprihatinan yang mendalam atas begitu banyaknya dokumen perjalanan RI yang dipindahtangankan ke pihak-pihak lain yang tidak berhak.

Hal ini diungkapkan KJRI Hong Kong dalam rilis yang diterima Liputan BMI pada Kamis (5/7/2018). Dalam rilis tersebut, KJRI menyampaikan telah mendapatkan informasi dari kepolisian Hong Kong mengenai ditangkapnya Mr Li (64th), warga negara Hong Kong yang diduga melakukan tindak pidana dengan modus peminjaman uang dengan bunga tinggi, dan menggunakan 878 dokumen perjalanan RI dan dokumen perjalanan Philipina sebagai jaminan.

"KJRI akan terus bekerjasama dan membantu pihak kepolisian Hong Kong mengusut kasus ini sampai tuntas, dan menjamin para pemegang dokumen paspor yang dokumennya ditemukan di kediaman tersangka diberikan perlindungan semestinya," tulis rilis yang diterima Liputan BMI.

Untuk mengatasi masalah tersebut, KJRI juga terus mendorong otoritas Hong Kong mengambil langkah-langkah tegas terhadap semua pihak yang melakukan penahanan dokumen perjalanan RI dengan alasan apapun.

"Sekali lagi saya imbau WNI di Hong Kong dan Macau untuk tidak memberikan paspornya kepada pihak lain karena hal tersebut bertentangan dengan UU keimigrasian RI. Jika ada pihak ketiga yang memegang paspor Anda secara tidak sah, silakan datang ke KJRI dan laporkan langsung," ungkap Konjen Tri Tharyat.

Terkait kasus di atas KJRI mengimbau WNI yang merasa paspornya ditahan oleh tersangka agar melapor ke KJRI Hong Kong untuk dikonfirmasi keberadaannya dalam daftar barang bukti yang disita oleh kepolisian Hong Kong.
(WSP/FK, 05/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki