Berita > Ekosospol
Anggota MPR RI Sampaikan Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan di KJRI Jeddah
01 Jul 2018 20:09:45 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 437
Ket: Para peserta diminta berdiri dalam menyanyikan lagu Indonesia raya
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Empat anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menyampaikan materi wawasan kebangsaan bertajuk "Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan" di hadapan perwakilan masyarakat Indonesia di Jeddah.
 
Kegiatan yang dihadiri seluruh staf KJRI, anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) unit KJRI Jeddah, para guru dan perwakilan siswa Sekolah Indonesia Jeddah, perwakilan tokoh masyarakat dan LSM, diselenggarakan pada Sabtu, 30 Juni 2018, di lobi Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, Arab Saudi.
 
Anggota MPR RI yang bertindak sebagai narasumber terdiri dari  Zainut Tauhid Sa’adi (Fraksi PPP), Hetifah Sjaifudian (Fraksi P Golkar),  Rinto Subekti (Fraksi Demokrat) dan Muhammad Toha (Fraksi PKB).
 
Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, dalam sambutannya menyampaikan sekilas tentang profil KJRI Jeddah sebagai citizen service mission dengan wilayah kerja di bagian wilayah barat Arab Saudi yang mencakup 7 provinsi, melayani sekitar 400 ribu WNI (yang tercatat resmi), 1,2 juta jemaah umrah dan haji per tahun, dan memiliki kekhasan permasalahan yang tidak ditemukan di 132 perwakilan RI lain di dunia.
 
"Tagline kami adalah ingin menjadikan KJRI Jeddah sebagai laboratorium terlengkap terkait praktik diplomasi pelindungan dan pelayanan WNI," ujar Konjen sebagaimana keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Minggu (1/7)..
 
Konjen menambahkan, KJRI Jeddah merupakan perwakilan RI pertama yang memperoleh penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM RI atas upayanya mewujudkan pelayanan dan perlindungan berbasis HAM.
 
Konjen juga menyampaikan cita-cita KJRI Jeddah untuk memiliki gedung kantor urusan haji sendiri, seperti halnya Malaysia yang memiliki jumlah jemaah sekitat 30 ribuan orang.  Konjen juga menyampaikan bahwa PPLN telah terbentuk di wilayah kerja KJRI Jeddah.
 
Untuk  kesekian kalinya dalam menyambut tahun politik (pileg dan pilpres), Konjen menyeru masyarakat yang tinggal di Arab Saudi agar tetap menjaga persatuan dan persaudaraan  sesama bangsa di rantau .
 
"Jangan sampai persatuan kita terkoyak hanya karena perbedaan warna kaos dan ideologi," imbau Konjen.
 
Secara bergiliran keempat narasumber menyampaikan materi seputar pengertian dan isi empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Mengawali pemaparan materi,  Zainut Tauhid Sa’adi selaku ketua rombongan, mengajak peserta pertemuan untuk bersyukur karena Indonesia yang kini memasuki usia 73 tahun tetap berdiri tegak dan bersaing dengan negara-negara lain.
 
Modal besar sosial-budaya berupa keberagaman etnis, bahasa, suku dan agama bangsa Indonesia yang hidup rukun dalam bingkai kesatuan dengan kekayaan alamnya yang tersebar di 17 ribu pulau lebih, telah menjelma menjadi kekuatan bagi Indonesia.
 
"Ancaman terbesar kita adalah jika kita tidak pandai merawat kebhinnekaan ini, maka Indonesia akan menjadi negara gagal dan bubar seperti Uni Soviet. Kita saat ini mengadapi radikalisme agama dan radikalisme sekuler," ucap Sa'adi.
 
Dikemukakan pula oleh pemateri, para Pendiri Bangsa telah memilih Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, sebagai titik temu berbagai paham kebangsaan. Bahkan mendiang Menteri Agama H Alamsyah Ratu Prawiranegara pada dekade 1980-an menegaskan, Pancasila itu hadiah terbesar umat Islam kepada bangsa Indonesia. Dalam Islam diistilahkan sebagai mitsaqan ghalidza (ikatan yang kuat).

(IYD/IYD, 01/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki