Berita > Ekosospol
PPN di Saudi, Kirim Uang Kena Pajak? Ini Penjelasannya
01 Jan 2018 06:57:45 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 9300
Ket: Diksi Farabi Ridwan, Representative Bank BRI di Arab Saudi
Foto: LBMIKSA
Riyadh, LiputanBMI - Mulai hari ini, Senin, 1 Januari 2018, pemerintah Arab Saudi memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada beberapa kategori barang dan jasa, termasuk layanan pengiriman uang.

Untuk mengetahui kejelasannya, berikut petikan wawancara Liputan BMI dengan Remittance Representative (Perwakilan) Bank BRI di Arab Saudi, Diksi Farabi Ridwan yang kami temui di kediamannya di kawasan Ummul Hammam, Riyadh.

Apakah benar nanti setiap kirim uang SR 1000 akan ada potongan sebesar 50 Riyal?
Tidak benar itu, kalau ada yang bilang setiap kirim SR 1000 dipotong 50 Riyal itu mengada-ngada saja.

Lalu yang dikenakan pajak itu apanya?
Begini, PPN 5% diberlakukan atas ongkos kirim saja, bukan pada besaran uang yang dikirim. Contoh di Tahweel Al Rajhi, misal kemarin kirim uang ke rekening BRI sebesar SR 1000 ongkos kirimnya 24 Riyal, nah mulai besok akan ditambahkan 5% dari ongkos kirim. Jadi, lima persen dari 24 itu sebesar 1,2 Riyal. Total ongkos kirimnya itu menjadi SR 25,20. Uang yang dikirim ya tetap SR 1000 tidak dipotong!

Jadi hanya ongkos kirim saja yang naik?
Betul, dan menurut saya ya tidak berat lah. Kenaikan ongkos kirimnya itu hanya sekitar 1 Riyal saja, masih murah lah.

***

Berikut kenaikan ongkos kirim uang yang akan berlaku mulai hari ini, Senin 1 Januari 2018:

Tahweel Al Rajhi, asal SR 24,00 menjadi SR 25,20
Enjaz, asal 16,00 menjadi 16,80
QuickPay, asal 20,00 menjadi 21,00
Western Union, asal 15,00 menjadi 15,75

(TTG/TTG, 01/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki