Berita > Seputar TKI
13 Tahun Tak Bertemu Anak, Kisah Perjuangan TKI asal Bandung yang Bikin Haru
16 Jun 2017 06:13:08 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 3507
Ket: Ibu Amal saat dipertemukan anak sulungnya di depan Dirut Bank bjb Ahmad Irmad di Wisma Nusantara
Foto: kompak
Jeddah, LiputanBMI - Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dengan meninggalkan keluarga di kampung halaman selama bertahun-tahun memang tidaklah senang. Setumpuk beku rindu kadang bisa menjadi siksa jiwa yang tiada terkira. Namun, dorongan semangat untuk mewujudkan cita-cita yang diimpikan membuat seseorang harus tetap bertahan. Seperti yang dialami Amal Irma, TKI asal Katapang, Bandung, Jawa Barat yang harus rela berpisah dengan ketiga anaknya selama belasan tahun.

Gedung Balai Nusantara KJRI Jeddah menjadi saksi pertemuan haru Ibu dan anak yang selama 13 tahun terpisah. Disaksikan ratusan pasang mata, tangis Amal Irma tak bisa dibendung saat dipertemukan dengan anak sulungnya, Angga Nugraha. Pelukan keduannya begitu erat sebagai pengobat rindu yang selama ini terpendam.

"Saya sudah 13 tahun tidak bertemu dengan Ibu. Saya bisa seperti ini berkat kerja keras dan perjuangan Ibu saya yang telah rela berkorban demi anak-anaknya," ucap Angga dengan terbata-bata menahan sedih saat dipertemukan dengan Ibunya di Balai Nusantara KJRI Jeddah pada acara buka bersama Gubernur Jawa Barat, Jumat (9/6).

Angga merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang kini telah bekerja di Bank BJB, sebuah bank BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (dulu dikenal dengan Bank Jabar Banten). Kedatangannya ke Arab Saudi bersama rombongan Gubernur Jawa Barat, difasilitasi oleh Dirut Bank BJB, Ahmad Irfan.

Secara terpisah, Amal Irma mengaku pertemuan dengan anaknya merupakan kejutan yang tidak diduga sebelumnya. Sebelum pertemuan itu, Irma mengaku anaknya sulit dihubungi, sehingga membuat dirinya sangat cemas.

Perempuan kelahiran Bandung 1969 ini terbilang TKI yang cukup sukses. Selain mampu menyekolahkan ketiga anaknya ke perguruan tinggi, Irma juga mampu membelikan rumah untuk putra sulung dan kedua putrinya.

"Ya, Alhamdulillah ini rezeki dari Allah. Tekad saya dari dulu sebelum berhasil belum ingin pulang kampung," katanya kepada LiputanBMI.

Meski tergolonng TKI yang sudah berhasil, tetapi Irma mengaku belum mau pulang ke Indonesia. Ia mengaku masih mempunyai cita-cita yang belum tercapai.

"Angga juga dari dulu nyuruh pulang terus, dia ngajak usaha di Bandung untuk buka ruko. Tapi anak yang bungsu masih kuliah, InsyaAllah dua tahun lagi kalau kalau sudah lulus saya akan pulang," paparnya.

Banyak TKI yang kerja keras banting tulang di luar negeri, tetapi uangnya selalu habis oleh keluarganya di kampung. Namun tidak untuk Irma, Ia mengaku putranya begitu amanah mengelola keuangan ibunya.

"Saya hanya bilang ke anak-anak kalau kalian sayang mamah sekolah yang benar. Selagi Mamah kuat akan berusaha untuk anak-anak. tapi nanti kalau Mamah sudah tua kalian jaga ya," pungkasnya
(IYD, 16/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki