Berita > Seputar TKI
Saudi Klaim 400 Ribu Lebih Ekspatriat Ilegal Telah Tercatat Dalam Masa Amnesti
14 Jun 2017 19:18:40 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 5548
Ket: Al Yahya-Jawazat
Foto: Saudi Gazette

Jeddah, LiputanBMI - Pemerintah Arab Saudi mengklaim, lebih dari 400 ribu telah menyelesaikan prosedur akhir dalam masa amnesti yang digelar selama tiga bulan. Hal itu diuatarakan Dirjen Imigrasi Saudi, Mayjen Sulaiman Al-Yahya setelah mengunjungi Tarhil Sumayshi, Senin (12/6).

Dalam inspeksi tersebut, ia ditemani Asisten Ditjen Imigrasi urusan haji dan umrah, Mayjen Khaled Al-Juaid dan Direktur Imigrasi Makkah, Mayjen Abdurahman Al-Harbi.

"Sebanyak 404.253 pelaku pelanggar undang-undang tenaga kerja dan residensi telah diuntungkan selama masa tenggang dan lebih dari 100.000 telah meninggalkan Arab Saudi," kata Al-Yahya sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Rabu 14/6).

Dalam kesempatan tersebut, Yahya juga memeriksa fungsi fasilitas yang diatur untuk melayani para peziarah Umrah di pos pemeriksaan Sumayshi.

Ia mendesak semua pelanggar izin tinggal untuk memanfaatkan program amnesti yang terisisa 13 hari lagi. Setelah berakhirnya program bertajuk 'negara bebas pelanggar' itu, Yahya mengatakan akan melakukan tindakan tegas kepada pelanggar yang tidak mengikuti program amnesti.

"Badan keamanan akan mulai merazia pelanggar izin tinggal dan melakukan tindakan pidana terhadap mereka. Warga Saudi dan orang asing yang memberikan dukungan kepada pelanggar dalam hal menyediakan transportasi, tempat tinggal, dan pekerjaan juga akan menghadapi tindakan hukuman, "tegasnya.

Sementara itu pendaftaran program amnesti di KJRI Jeddah telah ditutup sejak Senin 12 Juni 2017. Sebanyak 9.000 lebih WNI overstayer telah terdaftar di KJRI Jeddah, 5.000 lebih diantaranya telah membeli tiket dan sebagian besarnya telah meninggalkan Arab Saudi.






(IYD, 14/06)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh