Berita > Seputar TKI
Gunakan Jalur Gelap, 23 WNI Ditahan Polisi Malaysia
07 Jun 2017 21:14:23 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2124
Ket: ilustrasi
Foto: metronews.com

Johor Bahru, LiputanBMI - Aktivitas warga Indonesia yang mencoba masuk atau keluar dari wilayah Malaysia dengan menggunakan jalur tak resmi masih terus terjadi.

Berita Harian Online, Rabu (7/6) melansir, dalam empat kali operasi di kawasan Hutan Pantai, Sungai Rengit, Selasa malam, Pasukan Polis Marin (PPM) Pengerang, Johor menahan 23 pendatang asing warga Indonesia ketika mencoba menyusup masuk dan keluar dari wilayah Malaysia.

Komandan PPM Wilayah Dua Johor, Asisten Komisioner Paul Khiu Khon Chiang, berkata dalam serbuan pertama, pasukannya menahan dua lelaki dan seorang wanita warga Indonesia yang mengaku baru tiba dari Batam dengan menggunakan bot pancung (perahu mesin).

Sementara dalam serbuan kedua, ketiga dan keempat di lokasi berdekatan, PPM menahan 19 lelaki dan seorang wanita warga Indonesia yang mengaku akan pulang ke Indonesia dengan menggunakan bot pancung. Mereka juga mengaku sudah tiga hari berada dalam hutan di kawasan tersebut.

"Kesemua mereka ditahan berdasarkan Akta Imigresen 1959/63 (Pindaan 2002) karena gagal menunjukkan dokumen pengenalan diri yang sah, selain berada di Malaysia melebihi tempoh yang dibenarkan dan keluar atau masuk melalui pintu yang tidak diwartakan (jalur gelap)," katanya.

Khon Chiang berkata, pihaknya akan meningkatkan pemantauan terutama ketika musim menjelang perayaan lebaran ini untuk mencegah aktivitas menyusup masuk atau keluar dari wilayah Malaysia.



(FK, 07/06)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh